Hargai Pahlawan, Pemkab Muaraenim Resmikan Tugu Perjuangan di Desa Pandan Dulang

 370 total views,  3 views today

MUARA ENIM I KSOL  — Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya yang telah gugur. Setidaknya ungkapan tersebut dapat diimpletasikan untuk generasi penerus bangsa dalam mengenang perjuangan pahlawan kusuma bangsa, yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air khususnya di wilayah kabupaten Muara Enim, dengan menyalakan jiwa kepahlawanannya.

Hal itu tergambar pada moment peringatan Hari Pahlawan 10 November di Kabupaten Muaraenim. Sebagai wujud rasa hormat dan penghargaan terhadap para pahlawan, Bupati Muara Enim, ‎Ir H Muzakir Sai Sohar mendirikan sekaligus meresmikan sebuah Tugu Pahlawan yang berlokasi di Desa Pandan Dulang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/11/16).

Pada peresmian tugu tersebut,  Bupati turut didampingi Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan, Dandim 0404 Muara Enim Let Kol Inf Jamaludin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Muara Enim, kepala SKPD, Camat Tanjung Agung, Kades se kecamatan Tanjung Agung beserta perangkatnya, tokoh agama,tokoh masyarakat,alim ulama serta masyarakat sekitar Desa Pandan Dulang.

Acara peresmian tugu pahlawan di Desa Pandan Dulang sempat diwarnai suasana haru saat tokoh pejuang nasional Kabupaten Muara Enim yang juga merupakan mantan Bupati Muara Enim, Sofyan Efendi menceritakan kisah masa muda mereka melawan penjajah.

Sofyan yang didampingi seorang putranya, tak kuasa menahan air mata mengenang perjuangan rekan-rekannya yang rela mati demi bangsa. Dengan mata berkaca-kaca dan mulut terbata-bata dia menyampaikan kisah perjuang kala itu. Cerita heroik itu juga mengundang simpati Bupati dan para tamu yang hadir.

Tugu pahlawan itu dibangun setinggi 5 meter berbentuk seorang prajurit yang sedang menopang senjata dan temannya terluka. Bangunan tersebut didirikan di Desa Pandan Dulang karena dulunya lokasi itu merupakan barak perjuangan tentara nasional.

“Tugu pahlawan ini diberi nama Tugu Pejuang Masyarakat Tanjung Agung yang dibangun untuk mengenang kisah heroik pengorbanan pasukan Lettu M Zen Yasin dan Serma Husin Nawawi di Talang Empelu Pahali wilayah Desa Pandan Dulang,”kata Bupati.

Bupati mengatakan lokasi dibangunnya tugu merupakan saksi bisu perjuangan pahlawan yang gugur saat agresi militer Belanda pada tahun 1946.

“Pada saat tentara Belanda menyerbu, pejuang Lettu M Zen bin Yasin dan Serma Nawawi tertembak dan gugur dimedan perang, beliau dikubur pada pemakaman dibelakang Tugu Pejuang Desa Pandan Dulang, Tanjung Agung,”ungkap Bupati.

Bupati menceritakan dibangunnya Tugu perjuangan atas usulan ketua DHC 45 Kabupaten Muara Enim, yakni Almarhum Kolonel H.M Soleh Danal. Maka ditahun 2002, tugu tersebut mulai dibangun dengan peletakan batu pertama dilaksanakan Kasdam II Sriwijaya.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan semua pihak khususnya masyarakat Tanjung Agung, jaga dan pelihara keindahan dan kebersihan tugu pejuang sebagai bentuk penghargaan kita kepada pejuang bangsa,”tuturnya

Ditambahkannya, melalui momen peringatan hari pahlawan 10 November 2016 ini dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya dengan meneladani nilai – nilai luhur yang mewariskan kepada masyarakat semua seperti takwa kepada Tuhan yang maha esa dan sesuai visi dan misi Kabupaten Muara Enim Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera (SMAS).

 TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM I EDITOR : T PAMUNGKAS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster