Waspadai Cuaca Buruk, Bantul Dilewati Angin Puting Beliung

 326 total views,  2 views today

YOGYAKARTA | KSOL—Lebih dari 20 titik di tiga kecamatan: Piyungan, Bambanglipuro dan Pandak, terkena angin puting beliung. Menurut informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, potensi terjadinya hujan deras disertai petir dan angin puting beliung bisa terjadi tak terduga, Senin (8/11/2016). Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

“Diperkirakan delapan rumah rusak ringan, empat titik jaringan listrik putus, dan sejumlah pohon tumbang melintang di jalan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Bantul, Dwi Daryanto, kepada Kabar Sumatera.

3

Cuaca hujan dan puting Beliung di Bantul pada malam hari (FOTO : DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Dwi menyebutkan sebanyak 20 titik terdampak angin puting beliung mendominasi di wilayah Bambanglipuro, empat titik di Kecamatan Pandak, dan satu titik di Piyungan. Pihaknya menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian dilengkapi gergaji mesin.

Bantul yang dikelilingi perbukitan, lanjut Dwi, letak geografisnya menyerupai mangkuk, berpotensi terhadap bencana angin puting beliung. Karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat, terutama di Yogyakarta bagian selatan untuk waspada terhadap cuaca yang cepat berubah. “Angin puting beliung biasanya terjadi sebelum hujan.”

Warga di Bantul sedang membersihkan bekas amukan Puting Beliung

Warga di Bantul sedang membersihkan pohon tumbang bekas amukan Puting Beliung (FOTO : DOK.KSOL/A.S.ADAM)

Masyarakat dapat mengamati petanda, tambah Dwi, jika pada pagi hari cuacanya panas lalu siang harinya berubah awan hitam pekat, maka kemungkinan besar terjadi angin sangat kencang—lebih buruk lagi angin puting beliung.

Dari pantauan Kabar Sumatera, proses evakuasi dan penebangan pohon tumbang dilakukan petugas gabungan di sejumlah tempat di Bantul. Di lokasi kejadian, justru banyak wisatawan  lokal selfi sekadar melihat bencana. Ani, 21, salah satu mahasiswa PTS di Yogyakarta mengaku datang kelokasi kejadian setelah mendapat informasi dari sosmed. “Ngeri aja mas, kejadiannya kok tiba-tiba,” katanya. Ia mengaku senang bisa berada di lokasi bencana meski sebenarnya ada rasa ketakutan.

TEKS / FOTO : A.S. ADAM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster