Surat Pembaca : Gelar Diseminasi Lapangan : PKY Sumsel Bagikan KEPPH

16 total views, 3 views today

Menghantarkan masyarakat “melek peradilan” yang salah satu maknanya memiliki pemahaman tentang apa saja etika dan perilaku hakim yang harus diketahui adalah tantangan yang tidak ringan bagi Penghubung Komisi Yudisial (PKY Sumsel). Tentu saja apabila masyarakat khususnya kaum pemuda tidak turut serta mengambil peran dalam setiap usaha menciptakan peradilan yang bersih dan dihormati masyarakat, lebih-lebih dalam momen menjelang peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober ini (2016).

DISEMINASI LAPANGAN: PKY SUMSEL

DISEMINASI LAPANGAN: PKY SUMSEL

Bagi PKY Sumsel, keadaan tersebut justru menjadi ruang yang baik untuk dilakukannya penyusupan pemahaman dan peningkatan kesadaran tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) melalui aksi nyata. Untuk itulah, PKY Sumsel bekerjasama dengan mahasiswa ang tergabung dalam komunitas Sahabat PKY dan Koalisi Masyarakat Pemantau Peradilan (KOMPPRESS) menggelar diseminasi lapangan dengan membagi-bagikan buku saku KEPPH kepada mahasiswa di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang. Aksi ini merupakan bagian dari perhelatan hadirnya PKY Sumsel yang telah memasuki usia 2 tahun dan disinergikan dengan momen perayaan sumpah pemuda.

Selaku pemuda dan kaum terdidik mahasiswa UIN Raden Fatah diharapkan memiliki pengetahuan tentang etika dan perilaku hakim yang harus diterapkan, maupun etika dan perilaku tidak boleh dilanggar. Misalnya, memberikan perlakuan dan memberi kesempatan yang sama (equality and fairness) terhadap setiap orang dimuka persidangan untuk memberikan keterangan. Namun jika yang terjadi justru hakim bersikap, mengeluarkan perkataan atau melakukan tindakan lain yang dapat menimbulkan kesan memihak, berprasangka, mengancam, atau menyudutkan para pihak atau kuasanya, atau saksi-saksi, maka itu adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap KEPPH tersebut.

DISEMINASI LAPANGAN: PKY SUMSEL

DISEMINASI LAPANGAN: PKY SUMSEL

Selain melakukan pembagian buku saku KEPPH, tim diseminasi lapangan turut melakukan wawancara dengan mahasiswa, yang diharapkan ikut menjaga keluhuran martabat dan kehormatan hakim sebagai pemegang jabatan yang mulia, yakni dengan tidak melakukan segala bentuk pelecehan terhadapnya (contempt of court), maupun mempengaruhi putusan hakim melalui pemberian sesuatu, hingga dalam bentuk ancaman dan kekerasan.

Pengirim : Tim PKY Sumsel





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com