Program DLP Menghambat Program Indonesia Sehat

 388 total views,  2 views today

Irma Suryani Chaniago

Irma Suryani Chaniago

JAKARTA | KSOL – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago meminta pemerintah untuk meninjau kembali program Dokter Layanan Primer (DLP). Menurutnya, program ini justru menjadi kontraproduktif terhadap program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan.

“Sebab dari 9.815 puskesmas di Indonesia, masih ada 938 puskesmas yang tidak memiliki dokter umum,” ujarnya saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (29/9/2016).

Srikandi NasDem ini menuturkan, umumnya puskesmas tersebut berada di daerah-daerah terpencil. Akses yang sulit biasanya menjadi alasan para dokter tidak bersedia melakukan praktik di daerah tersebut.

Menurut Irma, selain tidak memiliki dokter umum, masih ada 4.121 puskesmas tidak memiliki dokter gigi, 255 puskesmas tidak memiliki perawat dan 364 puskesmas tidak memiliki bidan.

Sementara itu, dari 2.184 rumah sakit di Indonesia, 29 % tidak memiliki dokter spesialis anak. Selain itu, 27 % tidak memiliki dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan dan kebidanan).

Lebih kanjut Irma mengatakan, masih ada 32 % rumah sakit yang tidak memiliki spesialis bedah. Sementara 33 % lagi tanpa spesialis penyakit dalam. “Ini karena 52,8 persen dokter spesialis lebih memilih praktik atau bekerja di Jakarta,” tuturnya.

Dari data itu saja, dia menandaskan, program Dokter Layanan Primer (DLP) akan berdampak pada penambahan waktu kuliah selama 3 tahun bagi dokter yang akan ditempatkan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal ini menurut Irma, akan menghambat pemenuhan kebutuhan dokter. “Kondisi ini tentu akan menghambat target yang akan dicapai Menkes dalam program Nusantara Sehat,” pungkasnya.

TEKS : MC-NasDem | EDITOR : T PAMUNGKAS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster