Komisi III DPRD Empat Lawang Sesalkan Sikap Acuh Dinas Pendidikan

 457 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | KSOL – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Empat Lawang menyesalkan, sikap Dinas Pendidikan (Disdik) yang terkesan acuh. Karena itu, komisi III menyentil pihak eksekutif untuk memberi teguran kepada pejabatnya tersebut.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi III DPRD Empat Lawang, H Asmawi pada masa persidangan ke-4 mendengarkan pendapat fraksi-fraksi DPRD dalam pembahasan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016 dan pembentukan dan perubahan susunan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin (26/9/2016).

Selaku juru bicara Partai Demokrat, H Asmawi, sebelum menutup laporannya, di mimbar paripurna itu, Asmawi dengan lantang meminta kepada Plt Sekda, Edison Jaya yang hadir mewakili Plt Bupati Empat Lawang, agar Pemkab Empat Lawang memberi teguran kepada Kepala Dinas Pendidikan yang terkesan acuh kepada Komisi III, padahal komisi ini yang menaungi bidang pendidikan.

Anggota DPRD dari Dapil Pendopo ini mengatakan, kekesalan anggota Komisi III sangatlah beralasan. Selain, karena komisi III yang menaungi bidang pendidikan, namun permintaan yang diabaikan oleh seorang Kepala SKPD tersebut disampaikan secara resmi.

“Kami tadinya meminta laporan anggaran DAK tahun 2013-2015, itu kami sampaikan secara resmi. Tapi, mereka tidak mengindahkan dan acuh, bahkan terkesan menghindar untuk ditemui. Jadi mereka itu mau apa? Kepada siapa lagi mereka itu tunduk, kok kami legislatif yang menaunginya diacuhkan,” ungkapnya.

H Asmawi menambahkan, kekesalan mereka memuncak, ketika Kepala Dinas yang bersangkutan saat dihubungi via handphonenya, namun tidak ada jawaban, padahal nomornya dalam kondisi aktif. Karena itu, kesannya yang bersangkutan menghindar. Dia berharap, hal ini tidak terjadi lagi dan menjadi pelajaran bagi Kepala SKPD lainnya agar tidak menyepelehkan pihak legislatif.

“Secara resmi tak digubris, ditelpon beratus kali tak diangkat. Kami merasa harkat dan martabat kami seorang Dewan dijatuhkan. Kami harap ini tidak terulang lagi dan juga terjadi pada SKPD lainnya,” katanya.

Agusni Effendi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Empat Lawang (FOTO.DOK.KSOL/SAUKANI)

Agusni Effendi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Empat Lawang (FOTO.DOK.KSOL/SAUKANI)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Agusni Effendi menanggapi dingin terhadap hal itu. Sebab, semua yang diminta Komisi III DPRD tersebut telah dipenuhi. Hanya saja, menurut Agusni hanya ada keterlambatan saja.

“Apa yang mereka minta sudah kami sampaikan, hanya saja terlambat, karena saat itu saya sedang mengikuti Diklat PIM II. Waktu itu saya dihubungi Sekretaris kalau Komisi III meminta data DAK Tahun Anggaran 2013-2015,” ungkapnya.

Menurut Agusni, keterlambatan itu juga cukup beralasan, karena data yang diminta itu merupakan file lama, sehingga tidak mungkin serta merta langsung ada. Karena itu, hal tersebut semestinya bisa dimaklumi.

Agusni juga menolak bila jajaranya dianggap tidak kooperatif.. “Kami menghormati mereka sebagai dewan, lembaga yang berperan sebagai pengawasan, apalagi Komisi III yang membidangi pendidikan. Ya, kalau kami tidak ingin memberikan data bisa saja, karena yang diminta sudah lama, bukan tahun anggaran berjalan, tapi kan nyatanya tetap saja kita penuhi,” katanya.

Disinggung mengenai dirinya tidak mau menjawab panggilan handphone, Agusni mengatakan, saat mengikuti Diklat PIM memang tidak diperkenankan membawa handphone. Peserta PIM bisa memegang handphone saat sedang istirahat.

“Jadi hal yang wajar bila tidak ada jawaban. Itulah tadi, saya mengikuti Diklat PIM, baru saja pulang. Kalau saat itu dilarang membawa handphone, kecuali istirahat,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster