Di PALI 15 Anak Di Bawah Umur Jadi Korban Paedofil. Kapolres : Baru 11 Anak Dimintai Keterangan

 341 total views,  2 views today

MUARA ENIM | KSOL – Sangat mengerikan! Kasus kejahatan seorang Paedofil (orang yang mempunyai selera seksual terhadap anak kecil) terhadap anak kini makin marak. Pelecehan dan pencabulan, kekerasan seksual, perkosaan, bahkan sampai pembunuhan, terhadap anak dibawah umur.

Kali ini menimpa 15 anak di bawah umur di Kabupaten PALI. Diduga, pelaku pelecehan seksual berinisial Nu (48), warga Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan S.IK, M.Si

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan S.IK, M.Si

BACO JUGO : Kenali Gelagat Paedofil di Sekitar Anda, Terkait Kasus di PALI Sumsel

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Putu Ervina di PALI, Minggu (25/9/16) menegaskan,  segera memproses laporan korban pelecehan seksual yang dilakukan Nu. Pihaknya kemudian melakukan koordinasi dan mengirim surat ke Polres Muara Enim dan Pemerintah Kabupaten PALI. Hal itu dilakukan untuk menindak lanjuti laporan korban atas pelecehan seksual anak di bawah umur tersebut.

“Ini kita lakukan sebagai bagian tindakan penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi para korban. Anak-anak ini harus kita lindungi. Sebab anak-anak di bawah umur secara psikologis akan trauma dengan hal ini,” katanya.

Ia menambahkan KPAI segera menindak lanjuti laporan ini, begitu juga penegakan hukum dan dukungan pemerintah daerah untuk memulihkan anak-anak dari trauma peristiwa yang dialaminya.

BERITA TERKAIT : BAGAIMANA MENGENALI PAEDOFIL?

Menurut dia, anak-anak yang menjadi korban harus segera dibantu dengan bimbingan konseling, psikologis agar bisa kembali memiliki semangat untuk masa depanya.

Oleh karena itu, kata dia, Kabupaten PALI harus segera membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID). Hal ini perlu didukung pemerintah kabupaten dan penegak hukum di Kabupaten PALI.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan, S.IK, M.Si didampingi Kasubbag Humas AKP Arsyad AR saat dikonfirmasi Reporter RGBA FM, Senin (26/9/2016) menegaskan, pihaknya saat ini telah menahan pelaku untuk proses pengembangan lebih lanjut.

BACO JUGO : Apa penyebab seseorang idap paedofil?

Kapolres menjelaskan, untuk mengungkap dan menindak lanjuti kasus ini, baru 11 orang anak yang diperiksa semuanya dimintai keterangan. “Polres akan menjerat pelaku dengan UU Perlindungan Anak,” katanya.

Selain itu, kata Hendra, untuk menekan terjadinya kasus seperti ini, pihaknya bekerja sama KPAID dengan melakukan sosialisasi UUD Perlindungan Anak.

Sementara dampak dari perbuatan pelaku, selain mengganggu kejiwaan anak, dari tiga korban yang berjumlah 15 korban rata-rata mengalami sakit fisik di bagian alat kelaminnya.

Kronologis kejadian ini terungkap setelah satu anak mengaku menjadi korban pelecehan. Mendapat laporan ini, polisi kemudian melakukan pengembangan kasus guna penyelidikan.

Polisi berhasil menangkap pelaku. Setelah menjalani pemeriksaan, pelaku mengaku sudah mencabuli 15 anak laki-laki di bawah umur dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Adapun modus pelaku menjerat korban dengan meng-iming-imingi memberikan sejumlah uang. Kemudian pelaku mengajak ke rumahnya. Di dalam rumah itulah pelaku melakukan pecabulan terhadap korban-korbannya.

Untuk menghindari amukan warga, terutama dari pihak keluarga korban, saat ini tersangka sudah diamankan aparat kepolisian.

Sementara itu, Yadi salah satu keluarga korban mengatakan, dari 3 korban pencabulan mengaku mengalami sakit di bagian alat kelamin serta mengeluarkan nanah. “Keponakan kami sekarang ada luka di bagian dalam kelaminnya, dan mengeluarkan nanah,” katanya.

Menurutnya, sekarang para orangtua korban telah melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Tanah Abang. Sementara anak-anak yang menjadi korban tetap sekolah seperti biasa, hanya yang mengalami sakit masih dilakukan perawatan jalan secara intensif.

“Kami selaku keluarga dan masyarakat meminta kepada penegak hukum agar pelaku dihukum seberat-beratnya, dan kami tidak menginginkan orang tersebut kembali lagi ke Desa ini,” katanya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster