Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga Bisa Kalahkan Ahok

 251 total views,  4 views today

JAKARTA | KSOL — Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow berpendapat dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang menantang petahana memiliki peluang untuk memenangkan pilkada.

Jeirry mengatakan dua pasangan penantang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Silvyana Murni, memiliki hal-hal positif yang menonjol yang bisa dijual ke warga Jakarta untuk merebut suara.

“Kalau Anies sosok yang cerdas dan rekam jejaknya bagus. Kalau Agus masih muda dan  positif di mata kalangan muda. Kedua orang itu juga didampingi oleh calon wagub yang memiliki kapasitas sehingga bisa saling melengkapi,” tutur Jeirry kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9/2016).

Mengenai tingginya hasil sejumlah survei yang diraih Ahok dalam memperebutkan suara pemilih, menurut Jeirry tidak bisa dijadikan acuan begitu saja. “Agus dan Anies juga tidak disertakan dalam survei yang pernah ada. Tapi kalau Anies mungkin sempat disertakan namanya dalam suatu survei,” ujar dia.

Jeirry menekankan, yang jelas dua pasangan penantang Ahok memiliki kemungkinan untuk mengalahkan Ahok meskipun trennya petahana kerap menang. “Bagaimanapun selalu kemungkinan,” ucapnya.

Persaingan Keras Putaran Kedua 

Pasangan Ahok-Djarot diperkirakan bakal maju dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Namun siapa lawannya, baru bisa diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada Ari Sujito, sesuai atuan, jika ada lebih dari dua pasang calon, maka harus ada yang meraih 30 plus 1 persen suara untuk terpilih.

Soal siapa yang akan masuk putaran kedua, memang menurut Ari belum terlihat. Namun dari hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei, pasangan Ahok-Djarot memang diperkirakan akan maju ke putaran kedua.

“Pada putaran kedua akan keras persaingan,” kata Ari saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pasalnya, setelah hasil putaran pertama, akan ada pengelompokan kembali partai politik pendukung. Parpol yang jagoannya tersingkir pada putaran pertama, bakal mengalihkan dukungannya pada pasangan calon yang berlaga di putaran kedua. “Akan ada regrouping partai untuk mereka yang masih bertarung,” katanya.

Tapi Ari menegaskan, parpol di Jakarta bukan gambaran masyarakat bawah sesungguhnya. Memang ada pemilih loyal, namun ada juga pemilih yang tidak terikat pada usungan parpol.

Tiga pasangan calon dalam Pilkada DKI Jakarta adalah Ahok-Djarot yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Golkar, Hanura, dan NasDem; Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa; serta Anies Basewdan-Sandiaga Uno yang dijagokan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Sejuah ini, elektabilitas dan popularitas Ahok jauh di atas Anies Baswedan. Namun elektabilitas Agus sendiri belum bisa diketahui karena selama ini nama perwira militer belum pernah masuk dalam survei.

TEKS : CNN INDONESIA 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster