Deklarasi Aset Tembus Rp. 1.029 Triliun, Indonesia Mau Berdikari, Sekarang Saatnya!

 288 total views,  2 views today

 JAKARTA | KSOL  — Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto, mengatakan, sampai di Bulan September 2016, deklarasi aset yang sudah diterima pemerintah telah menyentuh angka Rp1.029 triliun.

Selain itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan kekuatan rupiah terhadap dollar Amerika menunjukkan kekuatannya dengan fluktuasi yang gerakannya tidak mengganggu perekonomian Indonesia secara signifikan,” ujar Ari saat membuka sosialisasi pengampunan pajak di Bareskrim Polri, Senin (26/09/2016).

Komjen Ari Dono, Kabareskrim

Komjen Ari Dono, Kabareskrim

Lebih lanjut Ari mengatakan, berdasarkan data, program pengampunan pajak yang dihelat pemerintah, telah mendapat tanggapan positif dari para pelaku perekonomian. “Ini dibuktikan dengan gerak cepatnya seluruh elemen masyarakat mewujudkan program pengampunan pajak tersebut,” tegasnya.

Sehubungan dengan itu, Ari menegaskan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendukung optimisme pemerintah menggerakkan perekonomian Indonesia ke arah positif dan kredibel. Wujud konkritnya, pelaksanaan pengampunan pajak (tax amnesty) di lingkungan Polri.

Sebagai langkah awalnya, menurut Ari seluruh anggota Polri di lingkungan Mabes Polri, berkomitmen dengan cara mengikuti sosialisasi pengampunan pajak agar tujuan pemerintah di bidang perekonomian segera terwujud.

“Pelaksanaan pengampunan pajak di jajaran Polri saat ini, tidak hanya berlaku di lingkup Markas Besar sajam, namun seluruh anggota Polri di Indonesia, berkewajiban mengikuti program pemerintah ini,” ujarnya.

Namun demikian, Ari menegaskan, anggota Polri yang mengikuti pengampunan pajak bukan sekadar membayar kewajiban, tapi maknanya lebih jauh dari itu.

Sebab, program pengampunan pajak, bukan sekadar berbincang tentang angka,  melainkan justru ada yang jauh lebih penting dari angka-angka, yaitu dengan kepatuhan Polri yang inisiasinya oleh Bareskrim ini, mampu menimbulkan kepercayaan sekaligus juga kesadaran dari masyarakat terhadap pemerintah.

Caranya dengan menunjukkan langsung kepada masyarakat, semua jajaran Polri juga mematuhi program ini. Terlebih, tujuan akhir dari program ini untuk menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia. “Bukankah Polri juga bagian dari masyarakat?” papar Ari.

Ilustrasi Opini - Menyoal Rencana Penerapan Tax Amnesty

Ilustrasi : Google Image

Oleh sebab itu, Ari mengajak jajaran Polri agar optimis terhadap program ini, terlebih momentumnya tepat di saat ekonomi negara lain sedang lesu.

Indonesia menurut Ari, memiliki waktu dan kesempatan untuk maju. Sehingga ekonomi Indonesia yang mandiri. “Sikap mandiri, atau ingin berdiri di kaki sendiri merupakan warisan para pendiri bangsa ini. Sudah lama kita bingung, bagaimana mewujudkannya. Namun melalui program pengampunan pajak, bisa segera kita hadirkan di negeri ini. Sekaranglah saatnya!” kata Ari optimis.

Ari juga mengatakan, menurut data yang sudah masuk ke dalam kas negara, merupakan sinyal positif, perwujudan kesejahteraan masyarakat melalui kredibilitas ekonomi Indonesia bisa segera terwujud.

“Pengampunan pajak hadir untuk mengembalikan modal kekuatan ekonomi nasional dengan dibiayai oleh kita sendiri. Selain itu juga untuk menumbuhkan kekuatan ekonomi baru yang dipikul oleh kita semua. Dari itu, akan muncul investasi yang dapat menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Menurut Ari, bila kemudian tenaga kerja dapat terserap, berarti ada daya beli. “Nanti akan memunculkan banyak permintaan barang dan jasa baru. Artinya, ekonomi semua bergulir lagi. Dampaknya, ke depan ekonomi kita akan lebih maju dari negara-negara di Asia,” tegasnya.

TEKS : MC-BARESKRIM POLRI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster