Inspektorat Empat Lawang Proses Dugaan Korupsi Dana Desa

63 total views, 3 views today

EMPAT LAWANG | KSOL – Dugaan korupsi dana desa (DD) mulai diproses Inspektorat Pemkab Empat Lawang. Kali ini, berdasarkan laporan Badan Perwakilan Desa (BPD) Talang Padang, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

Bahkan, terkait dugaan itu, Inspektorat telah memintai keterangan pelapor terkait indikasi korupsi tersebut.

Ketua BPD Talang Padang, Arman Jumat (23/9/2016) menerangkan, ada beberapa proyek pengerjaan dengan Dana Desa tahun anggaran 2015 yang disinyalir adanya tindak pidana korupsi (Tipikor) tersebut, diantaranya pembangunan tembok penahan dengan dana sebesar Rp 119 juta, disinyalir hanya direalisasikan sebesar Rp 40 juta, pembangunan jalan setapak sebesar Rp 24 juta hanya terealisi sebsar Rp 18 juta dan pembangunan sarana air bersih sebesar Rp 50 juta, serta dana pemberdayaan desa sebesar Rp 84 juta yang hanya digunakan untuk sosialisasi.

Dengan adanya dugaan penyimpangan dana tersebut menyebabkan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah. “Laporan sudah kita sampaikan ke Pemkab, Kejari, Polres dan ditembuskan ke BPMPD. Dimana, diduga ada penyimpangan dana ratusan juta rupiah,” ungkap Arman.

Dikatakannya, tuntutan perangkat BPD ini disampaikan juga, karena administrasi dan pengunaan tidak transparan, serta pihak BPD tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan dana desa. Padahal, sebagaimana dalam aturannya, selaku BPD merupakan pengawasan dalam pengelolaannya. “Dalam aturannya kami pihak yang berperan dalam pengawasannya, namun kenyataannya tidak pernah dilibatkan, musyawarah perangkat desa tidak diundang. Saya selaku ketua BPD pernah diundang dalam sosialisasi pemberdayaan kopi, namun itu bukan sebagai ketua BPD, melainkan sebagai ketua kelompok tani (Koptan),” terangnya.

Menanggapi laporan tersebut, Inspektur Inspektorat Empat Lawang, Kipli melalui Sekretaris, M Toha kepada wartawan mengakui, pihaknya sudah menerima laporan adanya dugaan penyimpangan dana desa. Inspektorat telah membentuk tim yang dinaungi Inspektur Irban Wilayah II untuk memproses laporan yang masuk ke ranah kasus tersebut. Bahkan, pihaknya telah memanggil BPD sebagai pelapor untuk dimintai keterangannya. “Ya, kita sudah membentuk tim untuk memprosesnya. Sejauh ini belum bisa kita publikasikan, karena masih dalam proses,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com