TANPA IZIN BUPATI, KADES SE-KECAMATAN SDU JALAN-JALAN KE BANDUNG ‎

 432 total views,  2 views today

MUARA ENIM | KSOL – Dengan alasan refreshing, sebanyak 10 Kepala Desa (Kades) bersama keluarganya se-Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), jalan-jalan ke Kota Bandung, Jawa Barat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Senin (19/9/2016), kegiatan jalan-jalan ke Kota Bandung tersebut, dilakukan 10 Kades bersama perangkat desa dan keluarganya se- Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) sejak Jumat (17/9/2016) dan baru pulang, kemarin, Selasa (20/9/16).

Kepergian rombongan Kades tersebut, diduga menggunakan dana dari kantong pribadi, tetapi tanpa sepengetahuan Pemkab Muara Enim. Ketika di konfirmasi ke Camat SDU Tasman, membenarkan jika seluruh kades beserta perangkat dan keluarganya pergi refreshing ke Kota Bandung.

Ilustrasi : Google Image

Ilustrasi : Google Image

Namun kepergian tersebut murni menggunakan dana pribadi dan bukan dana desa dan sejenisnya. Ketika ditanya kemana tujuan kepergian tersebut? Tasman hanya mengatakan ke Bandung saja tanpa tahu rinciannya.

Namun ketika ditanya kembali apakah kepergian tersebut seizin atau sepengetahuan Bupati Muara Enim? Tasman, kepergian mereka memang tidak sempat meminta izin terlebih dahulu sebab kepergian tersebut mendadak. Namun kepergian kades tersebut sepengetahuan dirinya.

“Kalau perginya Jumat, dan Hari Selasa sudah pulang,” ujar Tasman yang mengaku tidak ikut pergi ke Bandung.

Sementara itu, Sekda Muara Enim, Ir H Hasanuddin, M.Si, mengaku tidak mengetahui kepergian seluruh kades se-Kecamatan SDU tersebut. Diduga mereka hanya laporan ke Camat SDU tanpa meminta izin ke Pemkab Muaraenim.

Namun ketika ditanya bagaimana prosedurnya? Hasanudin mengatakan, secara prosedur memang tidak terlalu masalah, apalagi menurut Hasan, mereka menggunakan dana pribadi.

Namun ketika seorang pejabat mulai dari tingkat desa, jika akan berpergian apalagi membutuhkan waktu lama, sebaiknya atasan mereka harus mengetahui. “Minimal meminta izin sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pemerintah bisa tahu. Apalagi mereka pelayan publik. Jangan sampai urusan di desa terhambat hanya gara-gara mereka pergi,” tegasnya.‎

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM | EDITOR : T PAMUNGKAS‎





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster