Pemimpin Daerah Melanggar Hukum, Akibat Cendikiawan Muslim, Ulama dan Umara Tidak Sinergis

 277 total views,  4 views today

PALEMBANG | KSOL – Banyaknya kepala daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjerat kasus korupsi dan satu diantaranya terjerat narkoba, mendapat respon Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat.

Seperti diketahui, di Sumsel ada 5 kepala daerah yang terjerat hukum, (Wali Kota Palembang Romi Herton dan istri, Bupati Musi Banyuasin, Pahri Azhari dan istri, Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan istri, dan terbaru Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Sementara Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi alias Ofi, ditangkap karena terlibat kasus narkoba).

Melihat hal itu, Jimly mengaku sedih atas sejumlah kasus yang menimpa para pemimpin daerah, khususnya di Sumatera Selatan. Menurutnya, tindakan pemimpin daerah yang melanggar hukum tersebut sangat mungkin disebabkan kurangnya sinergisitas (keseimbangan) antara cendikiawan muslim, ulama, dan umara.

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin mendampingi Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat jelang pelantikan ICMI Sumsel di Griya Agung (Rabu/9/2016)

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin mendampingi Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat jelang pelantikan ICMI Sumsel di Griya Agung, Rabu (14/9/2016)

Oleh sebab itu, sebagai ketua lembaga intelektual Muslim, Jimly menggagas perlunya pertemuan khusus antara kepala daerah yang masih menjabat.  Tujannya, untuk memberi penjelasan agar kasus serupa tidak terulang.

Ide pertemuan ini, menurut Jimly, akan berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga berasal dari Sumsel. “Bapak Kapolri sudah setuju atas rencana ini. Insya allah, dalam waktu dekat, saya dan Pak Tito akan ke Palembang bertemu dengan seluruh pejabat di provinsi ini,” ujarnya.

Jimly menyebutkan, dirinya dan Kapolri akan mengajak dialog dengan para bupati atau kepala daerah di Sumsel. Pada pertemuan itu, kepela adaerah akan dibimbing kesadaran moral dan spiritualnya, dan harus siap diawasi, agar mereka lebih waspada. “Ini kita lakukan biar tidak ada lagi seperti itu (korupsi dan narkoba),” ujarnya.

Rencana pertemuan ini, menurut Jimly, sebagai bentuk rasa keprihatianannya terhadap deretan kasus yang menimpa kepala daerah di Sumsel. “Saya dan Pak Tito sedih, empat kepala daerah di Sumsel ditangkap KPK karena korupsi, yang satu lagi lebih parah karena narkoba,” ungkap Jimly usai melantik pengurus ICMI Provinsi Sumsel di Palembang, Rabu (14/9/2016).

Lebih lanjut, Jimly menegaskan, selama ini para pelaku seolah tak menyadari kalau semua perilakunya diawasi penegak hukum. Akibatnya, tidak sedikit pejabat daerah yang semena-mena dalam menggunakan anggaran. “Parahnya, tidak disertai transparansi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Jimly menyatakan agar setiap pejabat yang menjalankan tugas negara harus transparan. Sebab semua yang dilakukan diawasi. “Setiap orang diawasi malaikat dan iblis. Nah, kalau pemimpin disadap, kadang tidak sadar kena sadap,” tukasnya.

TEKS : T PAMUNGKAS | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster