Gara-Gara Masih Terdaftar sebagai Desa, Rp3,6 Miliar Kembali Kas Negara

 256 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | KSOL—Setidaknya 6 kelurahan di Empat Lawang, masih tercatat sebagai desa di Kementerian pusat. Akibatnya, ke 6 kelurahan ini masih dialokasikan dana desa.

Karena tak dapat digunakan, dana desa diperkirakan mencapai Rp 3,6 miliar untuk ke 6 desa tersebut harus dikembalikan ke pusat sebagai silva.

“Iya, ada 6 kelurahan kita masih berstatus desa di kementerian, dana desanya pun masih dikucurkan sejak 2015 lalu,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Empat Lawang, Alhumaidi Saman kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Alhumaidi, jika memang bisa, sangat disayangkan jika dana sebesar itu harus dikembalikan. Harusnya, karena sudah masuk ke kas Empat Lawang, bisa dibagikan secara merata ke desa-desa di Empat Lawang.

Alhumaidi Saman,Kepala BPMPD Empat Lawang

Alhumaidi Saman,Kepala BPMPD Empat Lawang

Namun sesuai aturan harus dikembalikan lagi ke pusat dan tidak boleh dibagikan. “Otomatis lebih besar kalau tidak kita kembalikan, satu desa saja Rp540-700 juta dana desanya. Jadi sekitar Rp3.6 miliar yang kita kembalikan. Kan lumayan kalau dibagikan ke desa, biar menambah pembangunannya,” tutur Humaidi sembari menambahkan, disisi lain ada satu desa yaitu Pancurmas, tercatat sebagai Kelurahan.

Namun desa itu tidak mendapat alokasikan dana desa. “Ini juga kerugian bagi Empat Lawang,” tandasnya.

Dijelaskannya, 6 kelurahan yang terdaftar sebagai desa itu diantaranya di Kecamatan Tebing Tinggi ada 3 Kelurahan (Kelumpang Jaya, Kupang dan Tanjung Kupang).

Di Kecamatan Pendopo 3 kelurahan (Beruge, Pagar Tengah dan Pasar Pendopo). “Karena statusnya kelurahan, terpaksa anggaran itu kita kembalikan,” katanya.

Humaidi mengatakan, dalam permasalahan ini pihaknya sudah berupaya maksimal. Sejauh ini terus berkoordinasi ke kementerian pusat, juga melalui Komisi I DPRD Empat Lawang. Pihaknya tidak pernah mengirimkan data yang salah.

Namun, ke depan pihaknya akan mengirimkan surat ke kementerian agar kesalahan itu tidak terjadi lagi. “Mudah-mudahan tahun depan tidak lagi. Dana desa juga di 2017 bakal naik hampir dua kali lipat dari tahun ini,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster