Idul Adha Kali ini Sedih : Siang dapat Daging Kurban, Malam dapat Banjir

 103 total views,  3 views today

PALEMBANG | KSOL — Miris yang dialami beberapa warga di beberapa wilayah Kota Palembang usai merayakan hari raya Idul Adha hari ini, Senin (12/9/2016). Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa jam lalu, sudah membuat beberapa wilayah tergenang air yang cukup tinggi. Bahkan, diketahui genangan air mencapai pinggang orang dewasa.

Seperti yang dialami Virdaus Hikmih, warga Jl. MP Mangkunegara, Lorong Perdamaian RT 27 RW 06 Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang, yang merelakan beberapa barang berharganya terendam air, setelah hujan yang terjadi malam ini, usai merayakan Idul Adha 1437 H (Hijriah).

“Idul Adha kali ini sedih sekali, siang dapat daging qurban malam dapat banjir,” keluh Virdaus dalam akun Sosail Media miliknya.

Dikonfirmasi terkait kejadian banjir yang terjadi, kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, dirinya menyampaikan, jika kejadian seperti yang dialaminya sudah sering terjad setiap kali hujan dengan intensitas tinggi datang.

“Sering sekali banjir, saban hujan deras selalu tenggelam,” tuturnya melalui pesan singkat.

Virdaus menyayangkan sikap pemerintah, dimana kejadian seperti ini sering terjadi pada warga disekitar. Padahal infonya ada anggaran untuk melakukan normalisasi saliran drainase selalu dianggarkan.

“Infonyo sudah ada anggaran normalisasi parit (Saluran Drainase), tapi kenyataannya tetap tenggelam,” cetus pria yang tinggal dibelakang komplek mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Husni Thamrin.

Melihat kejadian ini, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengendalian Sumber Daya Air (BM-PSDA) Kota Palembang dalam mengatasi banjir, perlu ada gerakan yang lebih dengan mempercepat upaya pembangunan rumah pompa bendung dan penambahan kolam retensi.

Pasalnya, kejadian banjir dibeberapa titik wilayah Kota Palembang yang terjadi beberapa titik, menjadi bukti jika sistem drainase di Kota Palembang tidak mampu lagi menampung debit air akibat pembangunan.

TEKS : RMOLSUMSEL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com