Filipina Bantah Duterte Persilakan Eksekusi Mati Mary Jane

 217 total views,  2 views today

JAKARTA | KSOL — Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay membantah pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan Presiden Rodrigo Duterte sudah mempersilakan pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap terpidana penyelundupan narkoba Mary Jane Veloso.

“Yasay mengklarifikasi bahwa Duterte tidak pernah memberikan lampu hijau terhadap eksekusi Veloso. Ia hanya mengatakan kepada Presiden Indonesia bahwa dia menghormati proses hukum dan menerima apa pun keputusan akhir terhadap kasus itu,” demikian kutipan pernyataan Kemlu Filipina seperti dilansir dalam situs resmi mereka, Senin (12/9/2016).

Pernyataan resmi ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Filipina untuk menanggapi pemberitaan media di Indonesia yang mengabarkan bahwa Duterte telah memberikan lampu hijau untuk eksekusi Mary Jane.

BERITA SEBE,UMNYO : Presiden Filipina Persilakan Indonesia Eksekusi Mati Mary Jane

Sebelumnya, kantor berita Antara juga mengabarkan hal serupa. Dalam pemberitaan pada Senin, Antara mengutip Jokowi yang mengatakan, “Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau memang mau dieksekusi.”

Nasib Mary Jane tersebut dibicarakan ketika Duterte berkunjung ke Jakarta pada Jumat lalu. Jokowi menyatakan, ia telah menjelaskan kasus yang menjerat salah satu warga Filipina itu ke Duterte.

“Sudah saya sampaikan mengenai Mary Jane (ke Duterte). Saya bercerita bahwa Mary Jane itu membawa 2,6 kilogram heroin dan saya cerita mengenai penundaan eksekusi yang kemarin,” kata Jokowi.

Mary Jane Veloso ditangkap kepolisian Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, pada 25 April 2010 setelah kedapatan mencoba menyelundupkan 2,6 kilogram heroin. Kemudian, perempuan asal Bulacan ini divonis mati oleh Pengadilan Negeri Sleman dengan dakwaan melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Mary Jane mengaku hanya diperalat untuk membawa barang haram tersebut. Dia berada dalam barisan tereksekusi mati April 2015 di Nusakambangan. Namun, hukuman mati terhadap dirinya ditunda setelah muncul perkembangan terbaru terkait kasus ini di Filipina.

Meminta Pengampunan

Dikutip dari Inquirer, Duterte mengatakan akan meminta pengampunan langsung kepada Jokowi ‘dengan cara paling terhormat dan sopan’ demi menyelamatkan warganya.

“Bersalah atau tidak, dia terikat pertanggungjawaban hukum, jadi saya hanya menerima sistem dan memohon pengampunan. Tapi jika Presiden Widodo menolaknya, saya tetap bersyukur dia (Mary Jane) telah diperlakukan dengan baik,” ujar Duterte, Kamis (8/9/2016).

Duterte mengaku tidak ragu dengan sistem pengadilan di Indonesia karena dia telah mempelajarinya sendiri. Dia bahkan mengatakan Filipina harus menghormati hukum negara lain.

TEKS : CNN INDONESIA 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster