Maksimalkan UPSUS, Kementan RI Bagikan Ratusan Alsintan

 822 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | KSOL – Alat dan mesin pertanian (Alsintan) bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI dibagikan kepada kelompok tani (Koptan) yang tersebar di Kabupaten Empat Lawang. Pembagian Alsintan dilakukan di kantor Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Empat Lawang.

Alsintan itu, dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Upaya Khusus (Upsus) kerjasama antara TNI AD dan Kementan RI yang dimulai pada 2015 dan akan berakhir pada 2017 mendatang.

Alsintan tersebut yakni 110 unit Hand Traktor merk Yanmar model YST PRO – XL, 7 unit Power Thresher (perontok padi) merk Tanikaya tipe TK PT1000H2, 13 unit Perontok Multiguna, 26 unit Pompa Air 4 inch, 5 unit Combine Harvester kecil dan 7 unit Combine Harvester sedang.

Bantuan Alsintan tersebut harus digunakan mulai hari ini (kemarin,red) untuk melakukan penanaman padi dalam rangka Program Percepatan Tanam di Kabupaten Empat Lawang yang ditargetkan mencapai 4.000 hektar (ha). “Sampai 30 September ini luas tambah tanam di Empat Lawang harus mencapai 4.000 hektar. Sedangkan sekarang baru 15 hektar. ,” ujar Dedi Ruswansyah, Penanggungjawab Upsus Kabupaten Empat Lawang dari Kementerian Pertanian RI saat pembagian Alsintan, kemarin (9/9/2016).

Dengan adanya bantuan Alsintan ini, Dedi berharap, target 4.000 ha tersebut tercapai dalam kurun waktu satu bulan. Tiap tahun bantuan Alsintan dibagikan kepada para petani, bantuan bukan semata-mata memberi tapi mengandung maksud dan keinginan. “Tujuannya sehingga Koptan yang menerima bantuan dapat meningkatkan produksi pertanian,” jelasnya.

Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengatakan, pihaknya optimis luas tambah taman akan meningkat sehingga terwujud swasembada yang berkelanjutan. “Alsintan yang diberikan tidak boleh menganggur dan harus langsung dimanfaatkan,”kata Syahril.

Sementara itu, Kepala DP3 Empat Lawang, Rudianto memastikan, siap menarik bantuan alat pertanian yang diberikan kepada kelompok tani.

‪Jika bantuan baik berupa handtraktor maupun Power Thresher (mesin gledek) tidak digunakan maksimal atau dibiarkan terbengkalai saja. “Masih banyak kelompok tani lain yang membutuhkan, penyerahan bantuan ini akan kami awasi, makanya harus dimanfaatkan scara maksimal,” tegas Rudianto.

DP3 baka mendapat sorotan langsung dari Kementrian pertanian yang mengucurkan bantuan, maka, kata Rudianti, dirinya bakal menjadi pertaruhan pencapaian target peningkatan produksi padi jagung dan palawija di Empat Lawang ini. “Pesan pak dirjen sejak bantuan di berikan, sejak itu juga pengolahan lahan pertanian dilakukan. Kalau tidak sanggup alihkan ke kelompok petani lain, karena target kita 4000 hektar lahan baru pertanian di Empat Lawang,”tukasnya.

TEKS : ARI | EDITOR : SAUKANI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster