Perlakukan Hewan Kurban dengan Baik, Dia Juga Mahluk Allah

 569 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM | KSOL –  Perlakukan warga terhadap hewan kurban menjelang Hari Raya Qurban, acapkali tidak baik. Diantara umat Islam tidak jarang membiarkan hewan kurban kelaparan dan kehausan, atau bahkan kehujanan. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian serius panitia kurban Masjid Nurul Iman Talang Jawa, Tanjung EnimKabupaten Muaraenim.

Kadri, ketua pantia kurban didampingi sekretaris Suprayitno dan seksi umum Anwar Yahya dalam rapat persiapan Idul Adha mengatakan panitia idul Qurban harus tetap memelihara hewan kurban, saat hewan diterima sampai tahap penyembelihan.

Suasana rapat persiapan teknis Panitia Kurban Masjid Nurul Iman Talang Jawa, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, sekaligus silaturrahim, Senin (5/9/16) malam.

Suasana rapat persiapan teknis Panitia Kurban Masjid Nurul Iman Talang Jawa, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, sekaligus silaturrahim, Senin (5/9/16) malam. FOTO : DOK.KSOL/ALDO

Diantara yang harus dilakukan menurut Kadri, panitia harus menyiapkan tempat dan perlengkapan untuk penyembelihan, menyiapkan sarana dan prasarana. Sudah seharusnya, setiap panitia Idul Adha, memperlakukan hewan kurban dengan baik sebelum penyembelihan. Diantaranya,  merebahkan dan mengikat hewan dengan teknik yang baik tanpa harus menyakiti. Kemudian melakukan penyembelihan dengan pisau atau parang yang sangat tajam. Sebab hewan kurba juga mahkuk Allah.

“Ya kita harus secara manusiawi (hewani) dalam melakukannya terhadap hewan kurban yang akan disembelih. Setelah disembelih, mulai dikuliti dibersihkan, dipotong kecil-kecil dipisahkan antara daging dan tulang untuk kemudian ditimbang dan dibagikan,” jelas Kaderi, pada rapat persiapan teknis Panitia Kurban Masjid Nurul Iman Talang Jawa, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, sekaligus silaturrahim, Senin (5/9/16) malam.

Sementara, bagi ib-bu panitia bertugas untuk memasak dan menyediakan makanan dan minuman ringan, makan siang untuk seluruh panitia. “Jumlah panitia kan banyak. Kalau ditotal ada 80 orang, termasuk penasehat, pelindung, 4 Ketua RT dan ibu-ibu. Jadi semua itu akan kita berdayakan,” pungkasnya.

Rapat yang dimulai pukul 19.45 WIB (bada isya,red), dihadiri ketua, pengurus dan jama’ah Masjid Nurul Iman.‎ Rapat tersebut membahas kesiapan panitia melaksanakan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan Masjid Nurul Iman.

“Ya di lingkungan kita ada beberapa RT yang siap kita distribusikan. Terutama RT yang terdekat di sekitar masjid. Nanti bila daging kurban berlebih, kita akan bagikan juga ke pondok pesantren atau panti asuhan yang ada, serta masjid-masjid kecil yang tidak ada hewan qurbannya, ” kata Kadri

Supaya pelaksanaan pemotongan hewan kurban berjalan lancar, Kadri meminta panitia kompak dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing. “Semua panitia sudah menerima struktur susunan panitianya, di situ terlampir tugasnya masing-masing. Jadi saya minta kita kompak, terlebih lagi nanti akan banyak masyarakat yang tiba-tiba datang mau membantu padahal bukan masuk kepanitiaan, ini yang harus kita pikirkan, ” katanya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster