Film Pendek Karya Wong Kito, Lolos ke Tingkat Nasional

 289 total views,  2 views today

PALEMBANG  I KSOL – Siapa bilang film karya wong Sumatera Selatan (Sumsel) tidak mampu lolos ke tingkat nasional? Di era 80-an orang boleh saja berkata begitu, tapi sekarang zaman sudah berubah. Karya putra-putri Sriwijaya sudah melintas batas kota, bahkan pulau.

Terbukti, dalam lomba video pendek di Hotel Sintesa Peninsula Palembang, Rabu (7/9/2016) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) lolos tiga sekolah mewakili Sumsel ke tingkat nasional.

Tiga Dewan Juri dalam lomba video pendek di Hotel Sintesa Peninsula Palembang, Rabu (7/9/2016) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Tiga Dewan Juri dalam lomba video pendek di Hotel Sintesa Peninsula Palembang, Rabu (7/9/2016) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ketiga sekolah itu, SMK 7, SMA 17 Plus (Palembang) dan SMA Negeri 1 Belitang Kabupaten  OKU Timur. Tiga karya wong kito ini berhasil menyisihkan 6 pesaing lainnya dari sejumlah SMA di Sumsel, termasuk perwakilan pondok pesantren.

Hadir sebagai dewan juri dalam lomba ini, Romi Apriansyah (aktifis Teater Palembang dan Praktisi Media MNC Grup), Chandra (Sineas dari Jakarta) dan Gatot Rahmadi (praktisi media di Palembang).

Ketiga dewan juti bersepakat memberi nilia tertinggi kepada tiga karya, 2 dari dari Palembang dan 1 karya dari OKU Timur.

“Dari 9 video yang masuk ke panitia, hanya ada 3 video yang dinilai memenuhi kriteria penilaian untuk diikutsertakan dalam lomba di tingkat nasional bulan depan,” ujar Romi ketika dimintai komentarnya tentang para pemenang lomba. Para pemenang dalam lomba ini, selain dikirim ke tingkat nasional, juga mendaat hadiah uang pembinaan dari BNPT Sumsel.

Yosep Suterisno, Praktisi Teater dan Film di Palembang

Yosep Suterisno, Praktisi Teater dan Film di Palembang

Menanggapi geliat seni film di Palembang dalam lomba ini, Yosep Suterisno, jebolan teater LEKSI Palembag menilai hal ini menjadi indikasi banyaknya potensi Sumsel sineas, namun belum tergali.

Menurut Yosep, bagi pemenang lomba seharusnya mendapat binaan serius dari pihak terkait. Sebab menurutnya, karya yang mewakili Sumsel ini adalah aset. “Pertama aset karya, kedua aset potensi, ya SDM itu sendiri, calon sineas di Sumsel. Ini yang harus dibina sehingga akan jadi sineas yang mampu menjadi ikon Sumsel,” tegasnya ketika dihubungi lewat ponselnya tadi malam, Rabu (7/9/2016).

Bagi peserta yang belum memenangi lomba ini, dapat menjadi motivasi, agar di masa mendatang akan membuat karya lebih baik dan berkualitas lagi, baik garapan artistiknya atau tematik ceritanya. “Saya pikir, ini satu indikasi positif dalam dunia film khususnya bagi pelajar di Sumsel,” ujar aktor Palembang yang baru selesai shoting film “Meniti 20 Hari” produksi LSBO PP Muhammadiyah Jakarta.

TEKS : REL I  EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster