Terkesan Mubazir, Pembangunan Pipa PDAM Hanya Stop di Jembatan Musi II

 528 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | KSOL – Pipa primer milik Perusahaan Air. Minum Daerah (PDAM) Empat Lawang yang dipasang dari kantor PDAM, Desa Rantau Tenang, belum bisa dilanjutkan hingga ke simpang tiga Jalan Noerdin Panji.

Pemasangan pipa saat ini setop, hanya sampai di pangkal Jembatan Musi II (Jembatan Kuning). Pihak PDAM belum bisa melanjutkan pemasangan pipa hingga simpang tiga Jalan Noerdin Panji karena harus melewati Jembatan Musi II.

Informasi dihimpun, pipa tidak boleh dipasang di sisi jembatan karena jembatan tidak ada tiang di bagian tengah. Ditakutkan beban dari pipa tersebut dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk terhadap jembatan.

Direktur PDAM Empat Lawang, Abdul Goni mengatakan, pipa primer sudah dipasang dari kantor PDAM sampai Jalan Lingkar Kota dekat Jembatan Musi II. Ukuran pipa yang dipasang 8 inci dengan panjang 6 kilometer (Km).  Dana pemasangan pipa itu merupakan dana dari APBN dengan nilai Rp3,9 miliar. “Dana APBN itu. Desember tahun kemarin (2015,red) selesai pengerjaannya. Sekarang belum diserahterimakan, masih milik pusat,” ujar Abdul Goni, kemarin.

Pipa untuk pendistribusian air, kata Goni harganya memang cukup mahal, dicontohkannya pipa ukuran 4 inci dengan panjang 6 meter berkisar Rp1 juta. “Harga pipa cukup mahal karena kualitas bagus,” katanya.

Bagaimana dengan kelanjutan pemasangan pipa, Goni belum bisa memastikan bagaimana sistem pemasangannya nanti. “Tidak tahu sekarang, tapi tahun ini dapat dana DAK, coba tanya Dinas PUCK,” ujarnya.

Pipa bisa dipasang di dasar sungai, namun risiko pemeliharaannya lebih ekstra lagi. Selain itu pemasangnya juga rumit. “Kalau di dasar sungai bisa, tapi nanti pemeliharaannya ekstra, bangunnya juga ribet,” imbuhnya.

Sementara itu, Ahmad (46), warga Tebing Tinggi mengatakan, pemasangan pipa PDAM tersebut terkesan mubazir. Sebab tidak bisa dilanjutkan hingga ke Jalan Noerdin Panji hingga ke kantor Pemkab Empat Lawang. “Di Jalan Lingkar sampai pangkal Jembatan Musi II itu rumah-rumah masih sedikit. Coba kalau sudah lewat Jembatan Kuning, ada perumahan MTS dan Perumnas Cross,” katanya.

Selain itu perkantoran di Jalan Noerdin Panji, warga Talang Banyu hingga kantor Bupati bisa menikmati air PDAM jika pipa primer sudah dipasang. “Kalau hanya sampai pangkal Jembatan Musi II saja, air PDAM tidak bisa dinikmati masyarakat banyak,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster