Lagi, Kejari Muaraenim Tahan 2 Oknum PNS, Terkiat Kasus Korupsi

 688 total views,  2 views today

MUARAENIM | KSOL – Lagi, Kejaksaan Kabupaten Negeri (Kejari) Maraenim menahan dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muara Enim. Dua oknum PNS berinisial JH dan ZA, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemungutan retribusi menara telekomunikasi tahun anggaran 2014.‎

Kepala Kejari Muara Enim, Adhyaksa Darma Yuliano SH MH

Kepala Kejari Muara Enim, Adhyaksa Darma Yuliano SH MH

Sebelumnya, Kejari Muaraenim sudah menahan 3 PNS dan 1 mantan PNS  Oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim,  Yas, Kabid Sarana dan Prasarana,  Zal, Kasi Sarana, Ham, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Mar, terkait kasus dugaan korupsi dana bansos Teknologi Informatika dan Komputer (TIK) e-Learning di Dinas Pendidikan Muara Enim, Tahun 2014 sebesar RP 3.348 Miliar.

Kedua tersangka, sore itu, Rabu (30/8/16) sekitar pukul 16.30 WIB langsung dibawa penyidik Kejari ke mobil tahanan untuk dititipkan ke Lapas Kelas II B Muara Enim. Keduanya, diduga telah lalai saat bertugas di Kantor Komunikasi dan Informatika (Inforkom) Kabupaten Muara Enim dalam menetapkan subjek retribusi kepada perusahaan menara telekomunikasi, sehingga negara dirugikan.

Atas dasar itu, kedua tersangka harus bertanggungjawab dalam menetapkan subjek retribusi kepada perusahaan menara telekomunikasi yang beroperasi di wilayah Muara Enim tahun 2014.

“Keduanya diduga lalai tidak mengeluarkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) sehingga tidak bisa keluar wajib retribusinya. Akibatnya negara dirugikan atas retribusi tersebut sekitar Rp370 juta dari 37 menara. Kedua tersangka melanggar primair pasal 2 ayat 1 dan subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor,”  ujar Kepala Kejari Muara Enim, Adhyaksa Darma Yuliano SH MH.

BERITA TERKAIT : Kita Masih Menunggu Hukum Tetapnya, Terkait Penahaman 2 Oknum PNS 

Adhyaksa menegaskan, meski kedua tersangka mengajukan pra-peradilan atas penetapannya sebagai tersangka, namun tidak bisa menghalangi penyidik untuk melakukan penahanan. “Kedua tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIB Muara Enim,”terangnya.

Sementara itu, Firmansyah SH MH kuasa hukum tersangka mengatakan, pihaknya pun langsung mengajukan penangguhan penahanan kepada Kejari Muara Enim.  “Kita sudah ajukan penangguhan penahanan karena saat ini klien kami sedang melakukan gugatan pra-peradilan atas penetapan tersangka,” ujar Firmansyah.

Menurut Firmansyah, semestinya penyidik menunggu hasil vonis pra-peradilan terlebih dahulu yang akan mulai sidang di Pengadilan Negeri Muara Enim pada Senin 5 September.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Muara Enim telah memeriksa puluhan saksi di antaranya 6 PNS Muara Enim dan 10 dari subjek retribusi seperti telkomsel, Indosat, STI, XL Asia, Tower bersama dan lainnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster