Angka Kematian Ibu dan Bayi di Empat Lawang Masih Tinggi

 1,265 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KSOL – Angka kematian ibu (AKI) saat persalinan mencapai 9 orang per tahun, itu tercatat selama 2015 lalu di Kabupaten Empat Lawang. Sedangkan, jumlah kematian bayo berusia 0-28 hari (Neonatal) mencapai 41 orang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Empat Lawang mengungkapkan, penyebab kematian ibu diantaranya, faktor pendarahan terlalu banyak, infeksi, hipertensi, dan penyakit lainnya.
‪”Sedangkan kematian pada bayi yang paling banyak terjadi disebabkan oleh asfiksia (kondisi kekurangan oksigen pada pernapasan yang bersifat mengancam jiwa), BBLR (bayi berat lahir rendah),” ungkap Kepala Dinkes Empat Lawang, M Taufik, melalui, Nurul Aliya selaku Kabid Pelayanan Kesehatan, belum lama ini, (26/4/2016).

beritapaytren‪Menurut Nurul, kasus kematian ibu saat persalinan dan bayi di Empat Lawang memang masih cukup tinggi. Kalau kematian ibu saat persalinan, kasusnya didominasi kecamatan Muara Pinang dan Saling. Nah, kalau jumlah kematian bayi paling banyak itu ada di Desa Nanjungan Kecamatan Pasemah Air Keruh.

‪Kalau data di 2016, lanjut Nurul, kasus kematian ibu baru 1 orang dan bayi sebanyak 13. “Tetap, kecamatan Paiker masih mendominasi,” jelasnya.

Dinkes Empat Lawang, imbuh Nurul, sudah semaksimal mungkin melakukan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Namun, tetap harus didukung semua pihak, termasuk peran masyarakat sendiri.

Nah, dalam waktu dekat akan dibentuk forum masyarakat peduli keselamatan ibu dan bayi baru lahir. Ini tujuannya, agar sosialisasi tentang kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi lebih efektif dan maksimal.

‪”Kalau masalah kesehatan itu, seyogyanya bukan tanggungjawab pemerintah saja. Kita upayakan, kedepannya angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster