Alasan Buat Biaya Demo, Kades Potong Tunjangan Perangkat?

 311 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KSOL – Sejumlah perangkat desa di Kecamatan Tebing Tinggi, mengeluhkan adanya pemotongan tunjangan, dengan nominal hingga Rp 100 ribu perbulan. Pasalnya, alasan pemotongan itu dinilai tidak masuk akal, karena disinyalir hanya untuk pembiayaan demo.

Informasi dihimpun kabarsumatera.com menyebutkan, beberapa hari ini, tunjangan kades, lurah dan perangkat lainnya dibayarkan untuk triwulan pertama. Namun, berkembang informasi beberapa oknum kades dan lurah melakukan pemotongan tunjangan perangkatnya, dengan alasan untuk pembiayaan demo yang dilakukan forum kades Tebing Tinggi beberapa waktu lalu.

beritapaytren Potongan dilakukan dengan nominal beragam, mulai dari Rp 10 ribu perbulan hingga Rp 100 ribu perbulan. Bahkan ada lebih dari itu. Demo apa?, diketahui beberapa hari sebelum dicairkannya tunjangan, sejumlah kades tergabung dalam forum kades Tebing Tinggi sempat mempertanyakan keterlambatan pencairan tunjangan mereka.

Hingga mencuat ancaman para kades itu akan melakukan demo ke Pemkab Empat Lawang. Namun, tidak terjadi demo dan hanya beberapa perwakilan kades melakukan pertemuan dengan Sekda, SKPD terkait, guna menjelaskan alasan terlambatnya pencairan tunjangan kades, lurah dan perangkatnya.

Setelah syarat percairan diantaranya APB des dilengkapi, akhirnya tunjangan kades, lurah dan perangkatnya dapat dicairkan. Namun, anehnya para perangkat desa dan kelurahan yang harus dipotong tunjangannya, dengan alasan untuk pembiayaan demo. “Kami bingung, kades bilang gaji kami dipotong Rp 100 ribu perbulan. Jadi terhitung Januari-Maret, setiap perangkat dipotong Rp 300 ribu. Katanya buat biaya demo, kami gak tau jelas kapan demonya,” cetus sumber kabarsumatera.com menolak disebutkan namanya, kemarin (24/4/2016).

Sumber tadi mengaku, perangkat tak bisa menolak. Meskipun ia masih bingung, kenapa tunjangan mereka harus dipotong sebesar itu. “Ya mau apa lagi, semoga saja uang potongan itu bisa bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, sekretaris Forum Kades Tebing Tinggi, Hendra YP saat dikonfirmasi tak menampik, pihaknya membutuhkan biaya tidak sedikit, untuk pembiayaan rapat dan persiapan rencana demo menuntut pencairan gaji kades beberapa waktu lalu. “Banyak yang nak dibayar, biaya makan, rapat, keamanan dan lainnyo. Ini saja kami belum rapat lagi,” kata Hendra YP dihubungi melalui ponselnya, Jum’at (22/4/2016).

Terkait adanya pemotongan dana perangkat desa, Hendra menyebut, memang benar ada kesepakatan di forum kades Tebing Tinggi, agar setiap desa menyetorkan dana. Namun, nominalnya tergantung kebijakan kades ke perangkat dan BPD desanya masing-masing. Nanti keseluruhan dana akan dikumpulkan, ya itu tadi untuk pembiayaan waktu merencanakan demo dan rapat. “Nanti, Senin kami rapat. Sekaligus dikumpulkan dulu dana dari para kades,” cetusnya.

Terpisah, kepala badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa (BPMPD) Empat Lawang, Alhumaidi Saman ketika dikonfirmasi menyayangkan jika ada pemotongan tunjangan perangkat desa, BPD, RT, RW dan lainnya. Dengan alasan apapun, pemotongan tidak dibenarkan. Selain desa, kata Alhumaidi, ia juga sudah menerima keluhan dari Rt dan RW, yang mengaku gaji mereka dipotong untuk biaya demo.

“Harus diketahui, tunjangan cair bukan karena ancaman demo dari segelintir oknum kades, tapi karena mekanisme serta syarat dan ketentuan pencairan sudah terpenuhi,” tegas Alhumaidi menjelaskan, dokumen yang harus diselesaikan seperti APBdes, serta permohonan pencairan tunjangan dari kades, rekomendasi camat, pengantar dan pengantar BPMPD yang diajukan ke bupati melalui BPKAD. “Mau demo tiga hari tiga malam, tetap tidak bisa diproses kalau berkas tidak dilengkapi,” tambahnya.

Terkait laporan kades memotong tunjangan perangkat dan BPD, Alhumaidi menegaskan, oknum kades ataupun lurah dimaksud akan dipanggil. Akan dimintai klarifikasi, karena tidak dibenarkan adanya pemotongan sepeserpun, apalagi perangkat yang gajinya dipotong merasa keberatan. “Nanti kami klarifikasi, ini jelas tidak dibenarkan,” tegasnya.

TEKS / FOTO : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster