Banyak Ladang Ganja di Empat Lawang, Masyarakat Kok Nggak Tahu?

EMPAT LAWANG, KSOL — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Djoko Prastowo dalam kunjungannya ke Empat Lawang, kemarin (20/4/2015) menyebutkan, Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini sebagai Kabupaten pemecah rekor di Sumsel dalam kasus narkoba (ladang ganja). “Empat Lawang pemecah rekor masalah narkoba,” ujar Djoko.

pemotongan pita peresmian gedung SIM Polres Empat Lawang

Pemotongan pita peresmian gedung SIM Polres Empat Lawang

Sebab, kata Djoko, Empat Lawang memiliki 4 ladang ganja. Ladang tersebut ada yang 5 hektar, ada yang 4 hektar dan seterusnya. Didaerah lain seperti Ogan Komering Ilir (OKI) ada juga ladang ganja, tapi sedikit hanya 1 hektar. “Nah ini alasan saya katakan empat lawang pemegang rekor. Parahnya, ladang sebebsar itu masyarakat kok tidak tahu,” tuturnya.

Harusnya, masyarakat peduli dengan sekitarnya, agar memahami apa yang terjadi disekitar tempat tinggalnya. Sebab pilisi tidak bisa bekerja sendiri, butuh informasi dari masyarakat. “Personil kita ini cuma 50 persen. Tidak mungkin terjangkau semuanya. Sangat dibutuhkan dukungan semua pihak. Terpenting jadilah polisi untuk diri sendiri,” tegasnya.

beritapaytrenDjoko menjelaskan, Empat Lawang merupakan salah satu daerah yang memang dikenal baik untuk menanam ganja. Karena Empat Lawang merupakan daerah dataran tinggi yang memang dicari para pemain narkoba untuk menanam ganja. Bisa sampai 4 sampai 5 ladang ganja ada di Empat Lawang ini. Tentunya ini akan terus dipantau, agar dapat dituntaskan.

Terkadang, orang yang menanam ganja sekarang sudah mulai pintar. Mereka tahu polisi lebih konsen membidik atau patroli didaerah dataran tinggi. Seperti kejadian di OKI menanam ganja di dataran rendah untuk mengelabuhi petugas. “Namun hal itu tetap terpantau oleh kami. Itu juga berkat bantuan informasi dari masyarakat dan kalangan lainnya. Makanya saya harapakan bantuan masyarakat dan semua pihak untuk ikut berperang aktif memerangi kejahatan dan peredaran gelap narkoba,” paparnya.

Sementara itu, Kapolda juga menyindir tentang pembangunan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Empat Lawang yang sampai saat ini belum juga dibangun. Ia menegaskan, dirinya telah meminta Ketua Dewan Provinsi untuk membangun Mapolres Empat Lawang di 2016 ini. “Ini markas polres atau Polsek. Sudah 4 Kapolda kesini, tapi belum dibangun. Makanya saya minta tahun ini segera dilaksanakan,” tegasnya.

Djoko menegaskan, bagaimana pihaknya mau menanmbah personil ke Empat Lawang, kalau kondisinya masih seperti demikian. Tidak mungkin dalam satu ruangan dipaksakan lebih dari 10 orang.

“Makanya saya minta tahun ini disegerakan, minimal awal tahun depanlah. Aman itu mahal, mau aman jangan gratisan,” tukasnya.

TEKS / FOTO : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com