Warga Bukit Munggu Stop Alat Berat Tambang‎. Westi : Tidak Sesuai SOP, Penambangan Sudah Sangat Dekat Pemukiman

 666 total views,  2 views today

MUARA ENIM, KSOL – Kegiatan penambangan batubara milik BUMN PT Bukit Asam (persero) Tbk di area Bukit Munggu sudah sangat dekat dengan pemukiman warga. Bahkan diduga penambangan sudah pada tahap mengkhawatirkan lingkungan sekitar.

Bagaimana tidak, setelah dilakukan pengukuran oleh warga, jaraknya sudah kurang dari 500 meter. Akibatnya, wargapun menjadi sangat resah dan takut terjadi bencana longsor seperti yang telah terjadi di samping bukit kuari beberapa waktu lalu.

Baco Berita Sebelumnyo : Alat-berat-tambang-dekati-pemukiman-warga-bukit-munggu-dirikan-posko

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sekelompok warga, belum lama ini, Minggu (10/04/2016) melakukan aksi penyetopan alat berat di kawansan penambangan (KP) tambang yang diolah perusahaan PTBA melalui sub-kontraktornya PT Pama Persada Nusantara.

Koordinator K27 Westi Mahendra Saat Berkomunikasi dengan Management PT Pama di Pos Jaga Warga Bukit Munggu

Koordinator K27 Westi Mahendra Saat Berkomunikasi dengan Management PT Pama di Pos Jaga Warga Bukit Munggu

Beberapa alat yang tengah dioperasikan subkontraktor itu akhirnya memilih berhenti. Semua alat berat standby di satu tempat. Aksi warga tersebut berlangsung damai. Untung, semua pihak mau menahan diri untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah.

“Ya semua alat sudah kita minta turun untuk standby,”ungkap Kahan Fahri, Pimpinan PT Pama Persada Job Site Tanjung Enim, didampingi Faizal, bagian CSR beserta jajaran perusahaan lainnya.

Sementara itu, warga Bedeng Kresek dan Bukit Munggu, diwakili oleh Westi Mahendra Koordinator Komitmen 27 (K27), mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap sikap manajemen PTBA yang seolah tidak mau memperdulikan warga sekitar tambang.

“Sudah jelas dalam peraturan bahwa perusahaan tambang pasti ada SOP-nya, tetapi penambangan ini sudah sangat dekat dengan pemukiman warga. Warga takut akan terjadi longsor dan mengenai rumah mereka. Apakah harus menunggu adanya korban jiwa dulu? Pokoknya kita minta semua alat berat stop dan turun menjauh dari pemukiman,” ungkap Westi dalam aksi tersebut.

Warga dan Manajemen PT Pama saat melakukan negosiasi di lokasi tambang yang berdekatan dekat pemukiman Bukit Munggu, Minggu (10/4/16).

Warga dan Manajemen PT Pama saat melakukan negosiasi di lokasi tambang yang berdekatan dekat pemukiman Bukit Munggu, Minggu (10/4/16).

Dikatakanya, kegiatan penambangan yang di lakukan dekat area samping Bukit Kuari sangat membahayakan. Selain dengan kemiringan tebing, juga di area tersebut tempat penyimpan dinamit, bahan peledak tambang.

“Coba lihat di atas dekat Bukit Kuari‎ itu, sudah terjadi longsor akibat dari pertambangan dengan meredakan menggunakan dinamit yang getarannya sangat terasa. Biasanya sekitar antara pukul dua belas sampai jam dua siang,” jelas Westi kepada Reporter RGBA FM dengan wajah serius.

Sedangkan pihak PT Bukit Asam (PTBA) dihadiri oleh Joko, kepala Sekurity perusahaan yang berjanji akan menyampaikan permasalahan ini kepada menajemen PTBA.  “Ya berhubung ini kan hari Minggu pada libur, Hari Senin besok akan kita sampaikan kepada manajemen PTBA,” ujar Joko sedikit berjanji.

TEKS  / FOTO : HANDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster