Ibu-ibu harus bisa memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga

 230 total views,  2 views today

PALI,  KSOL –  “Kita ingin mendorong kreatifitas warga agar lebih maju. Usaha menjahit kita dorong untuk berkembang. Ibu-ibu harus bisa memberikan manfaat ekonomi lebih banyak bagi keluarganya,” ujar Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK saat melepas keberangkatan 12 orang penjahit yang dikirim ke Jambi.

Ke 12 orang itu selama dua minggu untuk belajar lebih mendalam tentang kerajinan batik. Sebab menurut Sri Kustina, membatik bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Disamping itu, kerajinan batik bisa memberikan manfaat ekonomi dan membangkitkan semanga

Sri Kustina Amalindo

Sri Kustina Amalindo

t kecintaan terhadap daerah.

Sri Kustina berharap, sepulang dari Jambi nanti para ibu-ibu itu harus bisa menerapkan hasil belajarnya untuk dibawa dan ditularkan kepada ibu-ibu lainya. Sehingga akan muncul sentra kerajinan batik khas PALI.

“Batik khas itu tidak bisa dipaksakan, tapi harus tumbuh dari tengah masyarakat. Karena itu kita dorong kreatifitas warga agar berkembang lebih jauh. Kenapa warga desa Raja kita pilih, karena mereka sudah ada dasar keahlian yaitu menjahit. Saya yakin ibu-ibu dapat berkembang lebih pesat lagi. Kita sudah melihat, kerajinan batik Jambi cocok untuk dikembangkan disini” tukasnya.

Senada dengan Sri Kustina, Bupati PALI Heri Amalindo juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi harga karet yang rendah adalah dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sebanyak-banyaknya. Salah satunya adalah mengembangkan usaha rumahan berupa kerajinan batik.

Heri juga meminta kepada peserta pelatihan agar dapat menjaga nama baik kabupaten PALI. Dan bertekad untuk lebih maju dan lebih cemerlang. “Sesuai dengan jargon kita menuju Pali Cemerlang, maka ibu-ibu harus berbuat agar bisa mewujudkannya. Untuk pemasarannya nanti bisa untuk kalangan internal masyarakat PALI. Apalagi setiap hari kamis, pegawai di jajaran Pemkab diwajibkan menggunakan baju batik. Kalau hasilnya bagus, batik hasil produksi kita pasti laku bahkan bisa kita jual keluar daerah,” terangnya.

TEKS  : T PAMUNGKAS
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster