Musrenbang Pertama, Heri Datangkan Staf Bappenas

 268 total views,  2 views today

PALI, KSOL — Pemerintahab Heri Amalindo-Ferdian Andreas Lacony baru berjalan satu bulan dan untuk pertama kalinya menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kabupaten. ‎Tidak ingin acara musrenbang hanya sekedar seremonial semata, Heri Amalindo khusus mengundang pembicara dari Bappenas. Sumedi Handono Mulyo PhD yang merupakan Kasubdit analisas soial ekonomi regional BAPPENAS pun diundang untuk menjadi pembicara dalam acara yang digelar di Gedung Pesos Pendopo, Rabu (23/3).

Sumedi Handono Mulyo PhD, Kasubdit analisa sosial ekonomi regional BAPPENAS

Sumedi Handono Mulyo PhD, Kasubdit analisa sosial ekonomi regional BAPPENAS

Menurut  Asisten II Pemprov Yohanes Toruan, kedatangan Sumedi merupakan permintaan khusus dari Bupati Heri Amalindo, yang menginginkan acara musrenbang tersebut dihadiri pejabat Bappenas. “Pak Heri memang meminta kami agar mendatangkan pembicara dari Bappenas Jakarta,” kata Yohannes yang juga mantan kepala Bappeda Jakarta.

Yohannes mengatakan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah haruslah disusun dengan sebenarnya agar bisa mencerminkan visi pembangunan PALI 25 tahun mendatang. “Saya sudah lama mengenal pak Heri. Dan saya yakin dengan kemampuan beliau yang lebih mengutamakan kerja daripada bicara. Beliau ini bicaranya sedikit tapi pekerjaannya selesai semua,” ujarnya.

Karena itulah Yohannes percaya bahwa dalam lima tahun lagi, PALI akan menjadi kabupaten terdepan di Sumsel. “Saat ini boleh saja orang mencibir, pejabat di PALI hanya buangan dari daerah lain. Karena daerah otonomi baru anggarannya sedikit dan fasilitasnya terbatas. Tapi kalau kita mampu menyusun program dengan baik dan mampu mewujudkannya, kemajuan pasti datang,” ujarnya.
Sementara itu, Sumedi yang diundang secara khusus ke musrenbang itu memberikan pembekalan dalam penyusunan RPJP. Menurut Sumedi, penyusunan RPJM dan RPJP merupakan ‎cerminan visi suatu daerah. Dan harus mampu membaca potensi suatu daerah. Potensi sumberdaya alam, kewilayahan dan penduduk harus dijadikan patokan dalam mewujudkan visi Kabupaten PALI.
Sementara itu Bupati PALI Heri Amalindo dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat dan SKPD agar dapat menjadikan modal geografis dan potensi migas ‎untuk mewujudkan kabupaten PALI sebagai kota metropolitan.
 “Kita punya bandara dan letak kita berada ditengah-tengah Sumsel. Karena itu kita harus menjadi kota metropolitan kedua di Sumsel setelah Palembang,” tegas Heri.
TEKS / EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster