Seni Islam Harus Tapil Menarik dan Berdaya Saing

 466 total views,  2 views today

 

PALI, KSOL – Seni budaya islam identik dengan sarana dakwah dan syiar islam. Begitu juga dengan seni qasidah, marawis dan syaropal anam. Namun dimata ketua DPD Lasqi (Lembaga Seni Qasidah Indonesia) Ir Sri Kustina Heri Amalindo, seni budaya islam tidak sekedar sarana dakwah. Tapi bisa dikemas agar menjadi menarik dan menorehkan prestasi dingkat nasional.

Ir Sri Kustina Heri Amalindo

Ir Sri Kustina Heri Amalindo

“Kita harus mampu menampilkan seni budaya islam yang menarik. Sehingga bisa berdaya saing dan berprestasi di tingkat nasional,” kata Sri Kustina saat membuka Festival Seni Budaya Islam Loma qasidah, syarofal Anam dan marawis di halaman masjid Syuhada Handayani Mulia Kec Talang Ubi PALI, Selasa (22/3).

Menurut istri Heri Amalindo itu, DPD LASQI Kab PALI akan terus mendorong kemajuan para penggiat seni budaya islam agar bisa terus tumbuh dan berkembang. “Kami akan mendorong pemkab PALI untuk memfasilitasi kegiatan seperti ini maupun peralatan dan perlengkapan seni budaya islam agar dapat lebih maju lagi,” ujar alumnus Fakultas Teknik Unsri ini.

Sri Kustina juga mengaku bangga karena dalam festival yang diikuti 62 grup rebana, 39 grup marawis dan 13 grup syarofal Anam tersebut banyak diikuti oleh anak muda bahkan remaja. Hal ini indikasi baik bagi perkembangan dan regenarasi budaya islam.

“Banyaknya anak muda yang menggemari musik islami ini sangat membahagiakan dan bisa menangkal dampak negatif era global maupun narkoba,” sambung Sri Kustina.

 

TEKS : T PAMUNGKAS
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster