Cegah Bahaya Narkoba dan Modernisasi, Desa Muara Emil Gelar Lomba Keagamaan

 572 total views,  2 views today

TANJUNG AGUNG, KSOL – Di tengah dahsyatnya pengaruh budaya luar dan peredaran narkoba yang sudah berada di level yang sangat memprihatinkan, diperlukan terobosan untuk meredam dan memberikan dampak positif terhadap perilaku remaja saat ini. Salah satu cara mengisi kegiatan keagamaan sejak usia dini (anak-anak). Hal ini bertujuan agar terhindar dan tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat merugikan masa depan generasi bangsa di masa mendatang.

Hal itulah diantara poin penting yang melatarbelakangi mengapa kegiatan lomba keagamaan di Desa Muara Emil digelar. Lomba ini digelar untuk tingkat SD hingga remaja yang diprakarsai Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muara Enim  di Masjid Desa Muara Emil, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Minggu (13/3/16).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, Ir H Hasanuddin, M.Si. Dalam sambutan ia mengajak seluruh anak-anak khususnya di Kecamatan Tanjung Agung untuk selalu meningkatkan nilai keagamaan yang diperoleh dari sekolah maupun luar sekolah. Tujuannya sebagai perisai diri dalam kehidupan yang dihadapkan dengan berbagai kompleksitas masalah, sejak narkoba, pergaulan bebas dan dampak negatif modernisasi lainnya.

Pada kesempatan itu, Hasanuddin menceritakan pengalaman semasa kecilnya tentang pentingnya belajar Al-quran. Kala itu, benda-benda seperti rotan dan mistar panjang sangat akrab dengannya karena untuk alat menghukum jika melanggar. Di masa kecilnya, peran orang tuanya terbilang sangat kejam menghukum dirinya apabila tidak mengaji, shalat dan tidak sekolah.

“Tetapi menurut saya pendidikan yang sudah ditanamkan orang tua saya, meski kesannya kejam tapi di belakang hari ini sangat bermanfaat. Hal ini barulah kami rasakan dan sadari mana kala kami dewasa seperti sekarang ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Emil Hazairin, mengatakan lomba keagamaan ini diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan dini terhadap maraknya pengaruh budaya luar, baik narkoba atau dampak negatif lain yang selalu mempunyai pengaruh buruk dan sangat menggiurkan.

“Ya harapan kita dengan makin seringnya digelar acara semacam ini, tentunya akan mempunyai nilai positif, baik bagi anak-anak maupun orang tua,” ungkapnya

Pada acara ini dibagi dua kategori, yaitu Taman Pendidikan Al-quran (TPA) dengan jenis lomba Adzan,  membaca surah pendek, doa selamat dan doa kedua orang tua. Sedangkan kategori Ikatan Remaja Masjid (IRMA) melombakan Bilal Jum at, Tilawah putra dan putri. Acara ini sekaligus merangkai penutupan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT  Muara Enim, angkatan ke 14 di Kecamatan Tanjung Agung.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster