Petani Sawit: Kami Senasib dengan Petani Karet

 487 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KSOL – Bukan hanya petani karet di Kabupaten Empat Lawang saja gigit jari lantaran harga jual karet sekarang masih rendah, tapi petani kelapa sawit pun ikut merasakan kesedihan.

Saat ini, harga jual kelapa sawit sekarang hanya sekitar Rp900 per kilogram (kg), pernah anjlok di harga Rp 700 perkilogram. Sangat rendah dibading harga sebelum anjlok di kisaran Rp 1200 per kilogram. ‘Harga itu belum termasuk potongan-potongan, upah panen Rp 100 dan biaya ojek atau angkut dari kebun ke pengepul Rp250 per kilo,”ujar Roni, warga Talang Karet, Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi baru baru ini.

Ia menceritakan, nasibnya selaku petani sawit sama halnya dengan petani karet. “Kami nih se nasib,” cetus Roni menambahkan, semakin terpuruk karena saat ini musim hujan para petani seperti dirinya kesulitan mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sebab jalan dari kebunnya ke tempat pengepul becek dan berlumpur, bahkan sepeda motor yang digunakannya untuk mengankut TBS kepala sawit terjebak di lumpur. “Padahal motor sudah dimodifikasi tapi masih saja sulit,” keluhnya.

Bagian sepeda motor yang dimodifikasi, dijelaskan Roni yakni kedua ban motor dilapisi rantai motor yang sudah tak terpakai. Ini dilakukan upaya mudah melawati jalan berlumpur, selain itu gear belakang diganti dengan ukuran yang lebih besar supaya kuat menaiki tanjakan. “Kalau motor masih standar tambah susah angkut buah kelapa sawit, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,”katanya.

Sepeda motor miliknya tersebut padahal mampu membawa TBS kelapa sawit 200 kilogram lebih. Namun karena musim hujan dan jalan banyak berlumpur, beban bawaanya sedikit berkurang. “Bisa empat sampai lima kali angkut sawit, sekarang buahnya banyak, tapi harganya ini yang masih murah,”imbuhnya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, anjloknya harga jual TBS sawit sejak beberapa bulan terakhir, bahkan sempat anjlok mencapai Rp 700 perkilogram. Kondisi ini membuat para petani sawit di Empat Lawang semakin terpuruk, jika harga TBS sawit tidak mencapai Rp 1000 perkilogram maka tidak sesuai dengan kebutuhan, mulai dari pupuk, perawatan, biaya panen dan transportasi angkut ke pengepul.

“Standar harganya memang Rp 1000 perkilogram, setidaknya bisa diatas itu. Kalau sekarang petani kesulitan, kami pun selaku pengepul kesulitan, karena petani juga malas panen. Ya, tidak bisa berbuat banyak,” kata salah satu pengepul keliling TBS sawit di Empat Lawang.

TEKS / FOTO : SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster