30 Persen Warga Empat Lawang Belum Miliki NIK

 490 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KSOL – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Empat Lawang memprediksi, setidaknya masih 30 persen lebih warga Empat Lawang belum memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Karenanya, warga di Kabupaten Empat Lawang, yang merasa belum memiliki NIK agar segera melaporkan diri ke Disdukcapil Empat Lawang, agar segera dicatatkan dan akan dikeluarka dalam dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK).

Kepala Disdukcapil Empat Lawang, Hamdan melalui Kabid Kependudukan, Ali Gatmir menyebut, hampir seluruh warga yang datang kepihaknya mau melaporkan diri jika sudah bebenturan dengan pihak lain yang memerlukan dokumen kependudukan yang sah seperti pihak Rumah sakit atau Bank.

Pada dasarnya, kesadaran warga mengurus dokumen kependudukannya dinilainya cukup tinggi, namun karena ada kendala yang dikatakannya tidak perlu, warga cendrung mengabaikan pengurusan dokumen kependudukan, baru diurus tuntas saat dokumen kependudukan itu diperlukan mendesak seperti ada salah seorang anggota keluarganya yang sakit.

“Mereka kebanyakan pernah mengurus dokumen kependudukan di tingkat desa atau kecamatan. Mungkin karena prosesnya terlalu berbelit-belit, hingga pada akhirnya mereka mengabaikannya karena memang belum perlu digunakan. Hanya saat ketika ada keluarga yang sakit, mereka baru kelabakan urus dokumen kependudukan,” ungkap Ali Gatmir di ruang tugasnya, Jum’at (26/2/2016).

Saat ini dikatakan Ali, pihaknya bukan ingin mengesampingkan pemerintah kecamatan dan desa, asal warga mau datang kepihaknya untuk mencatatkan data kependudukan, pihaknya akan layani tanpa harus membawa surat pengantar dari pihak desa atau kecamatan, cukup membawa data diri yang lama, itupun jikalau ada. “Dengan catatan, harus yang bersangkutan sendiri yang datang, bukan diwakilkan. Kalau diwakilkan, tentu kita tidak dapat melakukan pencatatan,” imbuhnya.

Diakuinya, kondisi geografis wilayah Kabupaten Empat Lawang, yang berbukit-bukit, merupakan kendala tersendiri bagi pihaknya untuk melakukan upaya jemput bola terhadap masyarakat yang belum memiliki NIK.

“Kami mau saja jika harus dilakukan upaya jemput bola untuk mengurangi angka penduduk Empat Lawang, yang belum memiliki NIK, namun karena kendala geografis, sangat tidak mungkin kami lakukan apa lagi kalau sampai membawa alat perekam data,” tukasnya.

TEKS :  SAUKANI
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster