Wow, Ada 11 Kasus DBD di Lawang Kidul, Dewan Minta Intansi Terkait Lakukan Fogging Massal

 383 total views,  4 views today

TANJUNG ENIM, KSOL – Banyaknya keluhan warga terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) membuat Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim daerah pemilihan (dapil) V Ruspandri SH geram. Atas laporan tersebut, ia meminta kepada Dinas terkait untuk serius menangani wabah ini, sebelum semakin bertambahnya  warga yang menderita oleh penyakit DBD ini.

“Saya mendatangi Puskesmas Tanjung Enim ini ingin melaporkan tiga warga yang terkena DBD. Kita minta kepada petugas kesehatan ini untuk melakukan fogging massal,” ungkap Ruspandri kepada Reporter RGBA FM, akhir pekan ini.

Ruspadri SH Anggota DPRD Muara Enim dapil V (Memegang Microphone).

Ruspadri SH Anggota DPRD Muara Enim dapil V (Memegang Microphone).

‎Lebih lanjut kata dia, sebelum mendatangi Puskesmas Tanjung Enim, , Dirinya terlebih dahulu melaporkan kepada kepala Dinas Kesehatan di Muara Enim. Ia meminta kepada kepala dinas untuk melakukan tindakan pencegahan serangan wabah DBD, salah satunya melalui fogging massal. “Saya juga sudah laporkan langsung kepada kepala dinas, terkait kasus ini,”imbuhnya.

Sementara itu, usai menerima laporan ini Kepala Puskesmas Tanjung Enim dr Hj Maisaroh, langsung memerintahkan kepada petugas Puskesmas untuk mendata. Menurutnya, pihak Puskesma akan melakukan tindakan sesuai prosedur. Namun, ia meminta kepada masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan melalui 3 M (Menutup, Menguras, dan Menimbun) di lingkungan rumah masing-masing.

“Untuk melakukan fogging prosedurnya harus ada Surat Keterangan Dari Rumah Sakit (KDRS), menyatakan ada penderita DBD, nanti bisa dilakukan fogging. Tetapi untuk pencegahan sebetulnya lebih efektif dari warga sendiri dengan melakukan gerakan 3M, itu bisa memberantas sampai ke jentik nyamuk,” kata Maisaroh.

Dikatakannya, sudah ada 11 kasus DBD di Kecamatan Lawang Kidul sejak Januari hingga pertengahan Februari ini. Guna menekan angka penderta DBD ini, Puskesma, mengadakan fogging dan sosialisasi pencegahan   DBD. Kegiatan ini melibatkan seluruh kader dan pemerintah Kelurahan dan Desa.

“Sampai sekarang sudah ada sebelas kasus DBD, kita berharap jangan sampai bertambah lagi. Nanti kita lakukan penyuluhan kepada warga, melakukan fogging saja tidak menjamin, tetapi dibutuhkan kesadaran warga melalui 3M tadi,” imbuhnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster