Bawa Senpira, Andre Dicokok Polisi, Hukumannya Seumur Hidup atau Maksimal 20 Tahun Penjara

13 total views, 3 views today

MUARA ENIM, KSOL – Senjata api jenis pistol atau laras panjang sejatinya hanya boleh di miliki atau dibawa anggota TNI/Polri. Itupun tidak semua anggota diperbolehkan membawa senjata. Bila diperbolehkan harus ada izin atau surat perintah dari atasan melalui serangkaian prosedur yang ketat dan tes yang tidak sembarangan.

Sebab bila tidak, seseorang dalam kondisi yang labil akan dengan mudahnya mengeluarkan senpi tersebut untuk melukai seseorang atau menghilangkan nyawa seseorang.  Lalu apa jadinya, bila masyarakat sipil berani membuat,menyimpan, menguasai, menggunakan atau memiliki senjata api tanpa izin?

Barang Bukti Senpira yang disimpan Andre

Barang Bukti Senpira yang disimpan Andre

Tentu ia akan langsung berurusan dengan pihak kepolisian sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati, atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

Seperti yang di alami pria bernama Andre alias Indra bin Ibrohim ‎(30). Petani yang tinggal di Dusun III Desa Peter Salam Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ini telah tertangkap tangan membawa senjata api rakitan (senpira) tanpa ijin.

Senpira ini diselipkan di celana pada bagian perut palaku. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian penangkapan terjadi ‎pada ‎Sabtu (20/2/16), sekitar jam 10.40 WIB, di Desa Babat Kecamatan Penukal Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan.

Kapolres Muara Enim, AKBP Nuryanto SIK, M.Si melalui Kanit IlI SPKT Reskrim  Ipda Hamdani S didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad AR kepada Reporter RGBA FM, Senin (22/2/16) membenarkan‎ telah menangkap pelaku.

Penangkapan berdasarkan laporan polisi,  Lp/A/18/II/2016/Sumsel/Res muara enim. Tgl 20 februari 2016. Adapun ‎pelapor adalah, Rino Bin Syahril (27) anggota Polri Muara Enim, dengan saksi ,‎ Tonas (29) anggota Polri dan Riki Saputra  (22), anggota Polri yang keduanya merupakan  warga asrama polri (Aspol) Muara Enim.‎

Tersanka Andre yang terancam hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara

Tersangka Andre yang terancam hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara

Ditambahkan Iptu Arsyad, sebelumnya pada Oktober-November 2015 Polres Muara Enim melalui jajaran polsek sudah membuat imbauan kepada masyarakat Muara Enim dan PALI untuk menyerahkan senjata api ilegal yang dimiliki kepada pihak kepolisian.

Hasilnya sangat fantastik. Berkat kesadaran masyarakat menyerahkan senjata api yang di miliknya, terkumpul tidak kurang ratusan sejata api baik jenis pistol ataupun laras panjang.  “Bagi masyarakat yang menyerahkan senjata api ilegal miliknya pihak kepolisian memberikan apresiasi dan tidak mengenakan sanksi hukum kepada mereka,” ujar Arsyad.

Namun dalam kasus ini, tidak berlaku bagi pelaku Andre yang telah sengaja membawa senjata api. Akibat perbuatannya, ia  harus tidur di hotel prodeo dengan kurun waktu yang relatif lama.‎

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com