Pelajar Nepal pergi sekolah dengan seberangi sungai pakai tali

 677 total views,  2 views today

JAKARTA, KSOL — Masih ingat dengan kisah anak-anak yang berangkat sekolah dengan meniti jembatan hampir roboh di Banten? Rupanya bukan hanya di Indonesia saja peristiwa semacam itu terjadi. Nepal juga punya cerita.

Para pelajar di Desa Dhaing, Nepal, harus bersusah payah menyebrangi Sungai Trishuli yang berbahaya dan berarus deras dengan bergantung pada seutas tali.

Mereka yang tinggal di desa itu memang tidak punya pilihan, dengan menggunakan seutas tali, para pelajar cilik ini menyeberangi sungai setiap hari untuk berangkat sekolah, seperti dilansir koran the Daily Mail, Jumat (19/2).

Ternyata aksi para pejuang cilik ini tidak sendiri, mayoritas penduduk desa juga melakukan hal serupa demi menuju pusat perbelanjaan atau mau menemui sanak keluarga di desa lain setiap harinya. Beberapa tali penopang telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga sanggup mengangkat keranjang belanjaan.

Warga desa di Nepal-naik jembatan tali

Anak-Anak sekolah di Nepal naik jembatan tali saat berangkat ke sekolah

Aksi berbahaya ini bukan tidak mendapat sorotan. Karena tingkat kecelakaan yang tinggi, pada 2010 sebuah badan dibentuk untuk mencari empat anak kecil yang terjatuh saat menyeberang sungai dengan tali ini.

Warga desa di Nepal-naik jembatan tali

Warga desa di Nepal-naik jembatan tali

Diketahui, hingga saat ini hanya ada satu tempat untuk masyarakat setempat bisa menyeberangi sungai dengan lebih layak. Namun mereka tetap memilih naik tali dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat.

Perdana Menteri KP Oli mengumumkan dalam dua tahun telah memiliki rencana untuk mengganti tali-tali berbahaya ini dengan 366 jembatan bersuspensi di sekitaran tempat ini. Satu dari jembatan telah dibuka pada bulan lalu, menghubungkan Desa Manthali dan Gimdi.

TEKS / FOTO : MERDEKA.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster