Sosok Wanita Tua Ditemukan Tewas Membusuk, Tersangkut dalam Jurang

 352 total views,  2 views today

MUARA ENIM, KSOL – Warga Desa Tebing Abang Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT),Kabupaten Muara Enim dibuat geger. Pasalnya, salah seorang warganya yang bernama Samaria (65), yang dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak lima hari lalu, akhirnya berhasil ditemukan warga.

Namun korban kondisinya tragis. Sebab korban sudah tidak bernyawa. Jasad korban, didapati warga telah membusuk tersangkut di dalam jurang sedalam 30 meter di jalan umum Desa Batu Surau Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, Rabu (17/2/16) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan, diketahui korban sudah pikun. Masyarakat Desa Tebing Abang memang sudah lima hari mencari korban karena tidak pulang. Korban sehari-harinya sering berjalan kaki menelusuri jalan raya dari Desa Batu Surau menuju Desa Tebing Abang dan sebaliknya. Hal itu dilakukan berulang setiap hari. Namun pada hari ini (kemarin) korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia yang diduga jatuh tersangkut ke dalam jurang.

Saat ditemukan warga, jasad korban membengkak dan sudah membusuk. Warga langsung melaporkan penemuan mayat ini ke Polsek Semendo. Berdasarkan laporan tersebut, aparat Polsek Semendo mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan evakuasi terhadap mayat korban, kemudian dilakukan visum.

Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIK, M.Si melalui Kapolsek Semendo AKP Herianto didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad AR yang dikonfirmasi Reporter RGBA FM membenarkan peristiwa ini. “Penyebab kematian korban diperkirakan karena terpeleset jatuh hingga masuk jurang kedalaman 30 meter,” kata Herianto.

Herianto menambahkan, pihaknya sudah memeriksa saksi yang menemukan pertama kali yaitu‎ Gege Bin Azilin Aziz (35) dan Harman (50), keduanya warga Desa Tebing Abang Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT),kabupaten Muara Enim.‎  Keluarga korban menerima dan menganggap kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER  RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster