Harga Karet Terpuruk Rp 4 Ribu Per Kg. Petani : Pemerintah Belum Beri Jalan Keluar

 380 total views,  2 views today

TANJUNG AGUNG, KSOL – Sudah sejak lama harga getah karet di tingkat petani mengalami penurunan drastis. Upaya yang dilakukan pemerintah pun sejauh ini belum terlihat. Sejumlah petani karet pun di Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim kembali mengeluhkan harga komoditas karet yang tak kunjung membaik sejak beberapa tahun ini.

Harga getah karet harian di wilayah itu hanya dihargai maksimal Rp 4 ribu rupiah per kilogram. Harga tersebut menurut para petani tak sebanding dengan harga beras satu kilogram saat ini yang mencapai Rp 10.000 rupiah.

Tampak Pohon Karet di Kebun Salah Satu Warga di‎ desa Muara Emil Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. (Foto. Dok/KS/Aldo RGBA FM)

Tampak Pohon Karet di Kebun Salah Satu Warga di‎ desa Muara Emil Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. (Foto. Dok/KS/Aldo RGBA FM)

“Jujur saja pak, Karet di tingkat petani sekarang hanya dihargai paling tinggi 4 ribu rupiah per kilo. Lebih murah dibanding harga beras per kilo-nya 10 ribu rupiah,” kata Dinata (40) petani karet asal Tanjung Agung kepada Reporter RGBA FM, Jumat (19/2/16) pagi.

Menurut Dinata, harga karet yang tidak kunjung naik membuat sebagian besar petani karet di daerahnya makin sengsara dan hidup serba pas pas-an. Sebabnya, harga barang kebutuhan pokok semakin naik sehingga membuat petani mulai frustasi dan tidak semangat.

“Semakin hari hidup para petani karet semakin sengsara. Tentu ini akan berdampak sekali, kita liat di pemberitaan angkat kriminalitas semakin meningkat,” katanya.

BACO BERITA LAINNYO : Ekspor Karet Dipangkas 615.000 Ton | ITRC Sepakat Sejak Maret Hingga Akhir Agustus

Para petani meminta kepada pemerintah pusat untuk  mencarikan solusi terhadap permasalahan ini. Sebab, sebagian besar warga di Kecamatan Tanjung Agung dan sekitarnya sangat bergantung pada sektor pertanian, terutama karet.

Hal yang sama juga diungkapkan petani karet lainnya, Wan misalnya. Ia mengatakan, kondisi harga getah karet saat ini sangat jauh dari harapan, hingga membuat para petani karet memilih beralih profesi pada pekerjaan lainnya untuk menyambung hidup keluarganya. “Saat ini kalau hanya mengandalkan karet tidak akan cukup dan tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-hari, seperti makan, sekolah dan kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER  RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster