Polres Empat Lawang Amankan 11 Kubik Meranti

 291 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KSOL –  Diduga ditebang dari kawasan hutan lindung, sekitar 11 kubik kayu jenis Meranti diamankan tim reskrim Polres Empat Lawang, Selasa (16/2/2016). Tumpukan kayu hutan tersebut disita dari salah satu pengepul di Desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriyatna menjelaskan, temuan kayu jenis meranti ini berdasarkan laporan masyarakat. Setelah dilakukan penelusuran dan patroli bersama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbuntamben) Empat Lawang, ternyata benar ditemukan tumpukan kayu jenis meranti dibalik beberapa tumpukan kayu racukan.

“Kayu meranti dikamuflasekan dengan kayu jenis campuran untuk mengelabui petugas. Setidaknya ada 11 meter kubik kayu jenis meranti kami sita,”ungkap Nanang.

Temuan ini, kata Nanang, menguatkan dugaan bahwa kayu tersebut diperoleh dari hutan lindung, karenanya seluruh jenis kayu meranti langsung dibawa ke Mapolres Empat Lawang, untuk dijadikan barang bukti. “Untuk pemiliknya belum kita tahan, mengingat yang bersangkutan masih terlihat kooperatif, dan masih ditetapkan sebagai saksi untuk pengembangan lebih lanjut,”ujarnya.

Ancaman para pelaku jika terbukti melakukan pembalakan liar, sesuai dengan Undang-undang (UU) No 18 tahun 2013 tertuang dalam pasal 87 yaitu tentang pencegahan dan penanggulangan pengerusakan hutan. Akan dihukum penjara maksimal 5 tahun, denda Rp2,5 milyar.

Sementara itu, Penyuluh Kehutanan Dishutbuntamben Empat Lawang, Dedi Haryanto mengatakan patut diduga kayu tersebut adalah kayu dari hutan lindung Empat Lawang. Namun untuk membuktikan apakah benar kayu tersebut asa di luar atau di dalam kawasan hutan lindung, maka akan dilakukan lacak balak.

“Pasal digunakan adalah Pasal 50 ayat 3 huruf (f) tentang larangan menampung atau membeli kayu yang patut diduga dari hutan lindung. Untuk memastikan itu dilakukan lacak balak di lokasi penembangan, jika diluar (kawasan) mereka tetap dapat di kenakan sanksi yakni sanksi pembinaan,” tukasnya.

Secara terpisah, pemilik kayu, Gani (60) saat dimintai keterangannya oleh wartawan, mengaku jika kayu miliknya ini diperoleh dari membeli pada salah seorang petani. Rencananya kayu ini akan dijual di sekitara desa Terusan Baru dan desa sekitarnya saja. “Kayu ini saya beli dari petani yang langsung mengantarkan ke tempat saya. Katanya saat saya beli dia menyebut dari kebunya sendiri, makanya saya berani beli,”elaknya.

Gani mengaku siap memberikan keterangan terkait dengan masalah kayu ini, apa bila diminta oleh pihak kepolisian. “Saya usaha jual beli kayu ini sudah selama dua tahun terakhir ini. Jika dimintai keterangan terkait dengan kayu ini oleh pihak kepolisian saya bersedia,”tukasnya.

TEKS / FOTO : SAUKANI 
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster