LGBT Tidak Tepat sebagai HAM, Tetapi Kelainan dan Masalah Sosial

 258 total views,  2 views today

MUARA ENIM, KSOL – Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sekundang Muara Enim, Jaka Prima Putra menegaskan, Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) secara prinsip bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian dan budaya bangsa Indonesia yang religius. “LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia (HAM) dan bukan fenomena natural, tetapi suatu kelainan dan masalah sosial yang memerlukan penanganan secara baik, serius dan komprehensif,” ungkapnya saat melakukan aksi menolak aktivitas LGBT LGBT di Indonesia di Muara Enim, belum lama ini Minggu (14/2/16) siang.

Dikatakannya, perkembangan LGBT dewasa ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan terhadap kehidupan keagamaan, moral dan tatanan sosial bangsa Indonesia di masa mendatang.

“Pemerintah harus cepat bertindak tegas melarang aktivitas LGBT sebelum terjadi musibah kehancuran generasi penerus bangsa. Karena LGBT menghancurkan moral bangsa,” ujar Jaka.

Aksi Damai Ormas Islam di Muarenim Menolak LGBT (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Aksi Damai Ormas Islam di Muarenim Menolak LGBT (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Sementara itu, peserta aksi lainnya Toherli (20) dan Saharpudin (26), ketika dimintai komentarnya di sela aksi mengatakan, masyarakat meminta pemerintah agar mengambil sikap dan langkah tegas sesuai hukum dan konstitusi. Menurut mereka pemerintah jangan sampai memberi pengakuan dan melegalisasi perilaku homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami menuntut pemerintah agar menertibkan pihak-pihak yang secara sengaja menampilkan, mengampanyekan, menyebarluaskan pembenaran, mengajak kepada perilaku dan gaya hidup LGBT. Selain itu, kami mengajak semua pihak untuk aktif berperan dalam melindungi masyarakat dari bahaya LGBT,” tegasnya.

Sebelumnya, demo penolakan terhadap LGBT beberapa pekan lalu juga merebak di berbagai wilayah di tanah air. Pro dan kontrapun terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Seperti yang terjadi Muara Enim, Sumatera Selatan.

Dalam aksinya  di Muaraenim bergabung sejumlah organisasi Islam. Seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sekundang Muara Enim, Komunitas Pelita Quran Nusantara (KPQ Nusa), Ikatan Remaja Antar Rohis (IKRAR), Forum Pengajian AL-FATIH, KARIMA, Lembaga Dakwah Kampus, BEM Serasan, BEM STI Tarbiyah, dan Rohis dari beberapa sekolah di Muara Enim.

Pantauan langsung Reporter RGBA FM di lapangan, aksi yang juga bertepatan peringatan “Hari Valentine” itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dengan cara berkumpul di depan Masjid Agung Muara Enim. Selanjutnya melakukan long march dengan membawa spanduk dan pamflet yang berisikan tulisan tentang penolakan LGBT. Mereka menuju Bundaran Air Mancur Muara Enim, Jembatan Enim 1 sampai di depan Tugu Perjuangan Muara Enim.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster