Kuasa Hukum Sudirman: Jauh Panggang dari Api‎, Motif Makan Pisang di Ubah Makan Jambu

 428 total views,  2 views today

MUARA ENIM, KSOL – Putusan majelis hakim di luar kontif, bermotif pada suatu dendam, malahan ke motif curi motor. Hal ini yang dikatakan pengacara, Wideria Estra yang sedang menjadi kuasa hukum terdakwa Sudirman Bin Cik Nawi pada kasus pembunuhan berencana kepada korban Frengki suwito bin muhammad afendi (16), yang terjadi pada 28 November 2014 lalu, di Desa Prambatan kecamatan Abab, Kabupaten PALI.‎ ” Ya jelas jauh panggang dari pada api. Motif makan pisang, tau-tau makan jambu. Putusan yang mulia ketua majelis hakim sungguh tidak tepat,” cetus Wideria, Minggu (14/2/16).

Wideria Estra Selaku Pengacara Terdakwa

Wideria Estra Selaku Pengacara Terdakwa

Padahal, lanjut Wideria, saudara terdakwa tidak mencuri motor. Tapi malahan di bahas mencuri motor sungguh tidak tepat apa yang diputuskan hakim itu. “Saya selaku pendamping terdakwa tidak menerima keputusan tersebut, karena menyimpang pada motif,” lanjut Wideria.

Ketua majelis hakim memutuskan hukuman seumur hidup, dan tuntutan kejaksaan 20 tahun. Kita nanti akan ajukan banding pada hari senin besok. “Motif pembunuhan agak berbeda, hal ini yang akan saya ajukan banding nanti,” ujarnya geram.

Terpisah, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Muaraenim, melalui Humas Pengadilan Budi Chandra P, SH mengatakan, apa yang disampaikan pengacara tersangka wajar-wajar saja, lantaran memang sudah menjadi tugas dia. “Kita selaku majelis hakim memutuskan hukuman terhadap terdakwa memang sesuai bukti yang ada dan juga sesuai dengan pasal 185 ayat 2. Menentukan keputusan itu kita harus tau motif, setelah tau baru kita putuskan,” kata Budi.

Kasus pembunuhan ini, tambah budi, sudah sangat lama terjadi. Sementara otak pembunuhan adalah Sudirman yang dalam sidang ini terbukti telah membunuh korban bernama Frengki. “Hakim putuskan hukuman seumur hidup dan jaksa penuntut penjara 20 tahun. Tinggal nanti kuasa hukum akan ajukan banding, dalam banding tersebut bisa naik hukuman tersebut bisa juga turun, bisa juga mati. Tergantung hasil banding,” terang Budi.

Dalam sidang di PN Muaraenim pekan kalli itu dihadiri pihak terdakwa, Ketua Majelis Hakim Budi Chandra, Jaksa Penuntut Ade Chandra, serta dikawal anggota polisi dan anggota TNI.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster