Curah Hujan Tinggi, Cughup Buluh Dihajar Banjir Bandang. Para Pedagang Patungan Perbaiki Lapak

 357 total views,  2 views today

LAHAT, KSOL – Meluapnya Sungai Selangis yang melintasi Kecamatan Gumay Ulu mengakibatkan banjir bandang di kawasan itu. Akibatnya Desa Wisata Lubuk Selo yang sudah membangun beberapa pondok berjualan di Cughup Buluh itu terkena banjir.

11196324_774475989332983_1858863656313625074_n

Suasana Air Terjun Cughup Buluh saat Normal (Foto. Google Image)

Padahal Ayek (sungai) Buluh, mata Air Terjun tujuh tingkatan saat ini sedang booming. Namun karena luapan air mencapai jembatan yang menjadi akses menuju lokasi, mengakibatkan sejumlah wisatawan domestik tak bisa berkunung seagaimana biasanya.

Kondisi banjir meluap Sungai Selangis ke Sungai Buluh

Kondisi banjir meluap Sungai Selangis ke Sungai Buluh, mengakibatkan Air Terjurn Cughub Buluh sepi mpengunjung

Burlian salah satu pegiat wisata di Kota Lahat, mengatakan saat itu mereka sedang berkemah di tempat itu. Tujuannya untuk melihat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Cughup Buluh, sekaligus mengisi libur panjang selama Tahun Baru Imlek. Namun karena ada informasi luapan air, akhirnya mereka melakukan evakuasi.

Banjir Bandang di Cughup Buluh

Banjir Bandang di Cughup Buluh

“Subuh itu memang ketua Pokdarwis tetap berjaga, ketika salah satu tamu mengatakan air sungai meluap, langsung saja semua tamu kami evakuasi ke tempat aman,” jelas Burlian, Kamis (11/2/2016 ) di lokasi air terjun bersama warga yang sedang bergotong royong.

Pantauan di lapangan, terlihat beberapa pondok bambu tempat berjualan setidaknya  ada 5 pondok yang hancur, pance (tempat duduk dari bambu) dan ada 2 jembatan bambu tersapu air hingga beberapa ratus meter.

Setelah hujan berhenti sekitar pukul 06.00 WIB anggota Pokdarwis yang diketuai Yaumal, langsung ke lokasi untuk melihat kerusakan akibat banjir.

Akibat banjir kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupah. “Apalagi Hari Senin (8/2/2016) lokasi tersebut di tutup demi keamanan pengunjung. Mereka gotong royong memperbaiki semuanya. Bahkan mereka harus mengeluarkan uang Rp 2 juta untuk perbaikan,” ujarnya.

Pada kondisi itu, sejumlah orang kemudian melakukan gotong royong. “Ada 24 orang yang dibantu warga dan tukang ojek mereka kemudian membuat jembatan, beserta memperbaiki pondok-pondok dan lapak jualan yang rusak,” terang Yaumal, Ketua Pokdarwis Cughup Buluh ini, Kamis (11/2).

Disebutkan, warga Lubuk Selo merintis tempat wisata Cughup Buluh, sejak April 2015 lalu setelah melihat potensinya, dari uang memungut parkir motor Rp 5 ribu dan mobil Rp10 ribu. “Mereka membuat beberapa pondok secara gotong royong, jembatan, tangga menuju lokasi,” paparnya.

Mereka bekerja pada Sabtu dan Minggu. Pada Hari Senin, mereka kemudian menghitung keuntungan dari kehadiran tamu. Pada Hari Rabu mereka gunakan uang itu untuk membangun secara bertahap.

TEKS / FOTO : JUMRA ZEFRI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster