Meski agak Lambat, Pembangunan Fasilitas Sosial di Lapangan Exs Sentral Lama PTBA Mulai Tampak

 157 total views,  12 views today

TANJUNG ENIM, KSOL – Proses pengerjaan proyek pembangunan Fasilitas Sosial di Lapangan Eks Sentral Lama PTBA yang sejak lama berlangsung akhirnya sudah mulai menunjukan bentuk fisiknya. Meskipun sejumlah pihak menilai, proses pengerjaannya agak lambat. Poyek ini oleh PTBA dipercayakan kepada PT Bita Enarcon Engineering   (Konsultan Perencana) dan PT Hutama Karya (HK) (Persero) Wilayah VI. Direncanakan akhir Februari ini semua item utama dapat di selesaikan.

Rudi koordinator pengawas lapangan dari PT Bita Enarcon Engineering (PT BEE) kepada Reporter RGBA FM saat dibincangi belum lama ini di kantornya di kawasan proyek pembangunan mengakui, proyek fasilitas sosial ini sempat molor dan terhambat dikarenakan ada beberapa faktor.

Hambatan paling besar pencairan dana dari PT HK ke lapangan. Selain itu kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Hal lain yang juga menghambat adanya bangunan yang tidak dari nol (renovasi), sehingga hal ini sedikit menghambat pekerja. “Sebab kita harus bongkar pasang dan yang lain, misalnya kalau bangunan yang dibangun mulai dari nol tentu prosesnya akan lebih cepat seperti pada item yang lainnya,” ujarnya.

Rudi Pengawas Dari PT BITA dan Asep Pengawas dari PTBA serta Pengawas dari PT HK Sedang Berkoordinasi.‎

Rudi Pengawas Dari PT BITA dan Asep Pengawas dari PTBA serta Pengawas dari PT HK Sedang Berkoordinasi.‎ (Foto.Dok.KS/ALDO RGBA FM)

Adapun kondisi saat ini kata Rudi, yang sedang di lakukan adalah proses konstruksi yang sedang berjalan di beberapa bangunan. Ditargetkan akhir bulan ini (Februari) proyek tersebut akan di selesaikan kontraktor HK.

“Ya meleset tiga bulan dari rencana awal hanya 360 hari (1 tahun) untuk pembangunan disini.  Karena kami sebelumnya menyelesaikan proyek yang lainnya, seperti GOR Air Paku atau Barak dan TPU Bangko Barat yang sudah selesai pembangunannya dan sudah diserahterimakan ke PTBA, meski sekarang sedikit masih ada pekerjaan yang harus di perbaiki (defect list),” tambahnya.

Ketika ditanya fasilitas apa saja yang sudah atau sedang dikerjakan dan berapa total pekerja yang di kerahkan untuk mengcover semua item proyek pembangunan ini?

Tampak Fasilitas Sosial di Lapangan Eks Sentral Lama PTBA Yang Masih Dalam Tahap Penyelesaian

Tampak Fasilitas Sosial di Lapangan Eks Sentral Lama PTBA Yang Masih Dalam Tahap Penyelesaian

Lebih lanjut Rudi mengatakan, ada beberapa item yang sudah dibangun, diantaranya pembangunan lapangan upacara, Pujasera (tempat berjualan) dan renovasi beberapa bangunan gedung  yang lama. “Seperti gedung ganset (suling) dan Gedung Serba Guna (GSG), kemudian lapangan basket, lapangan tenis, bulu tangkis dan lainnya,” jelas Rudi sembari menambahkan rata-rata ada 140 orang pekerja per hari yang dipekerjaan untuk membangun semua item.

“Kita bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tetapi terkadang dari HK-nya ada juga yang lembur sampai malam, misalnya ada pekerjaan yang tanggung untuk di selesaikan,” tambhanya.

Sedangkan untuk bangunan yang berada di sisi kiri lapangan (eks BDN/Primagama), tambah Rudi tidak termasuk dalam kontrak tahap pertama, Sebab menurutnya, masih menunggu petunjuk dari PTBA mengingat gedung tersebut milik dana pensiun PTBA.

Ia juga berpendapat bila bangunan tersebut tidak dirobohkan (ratakan) atau di bangun fasilitas lainnya maka akan merusak pemandangan.

Sementara itu, Asep koordinator pengawas lapangan untuk PTBA ketika diminta komentarnya terkait progres pembangunan fasilitas sosial itu menjelaskan, yang menghambat proses percepatan pembangunan tersebut adalah proyek rehab gedung. Mengingat kata dia, proses renovasinya sangat memakan waktu dibanding fasilitas lain yang pembangunannya dimulai dari nol (awal), mengingat harus menyesuaikan dengan bangunan yang ada.

“Ya jadi itulah kendalanya hingga proyek berjalan lambat. Karena mau dibentuk yang kayak gimana nantinya, karena ini merupakan bangunan peninggalan lama, jadi direnovasi saja agar tidak menghilangkan sejarah bangunan tersebut,” ujarnya.

Asep juga menjelaskan, saat ini bisa dilihat pembangunan pagar keliling sudah selesai. Oleh sebab itu meski hal  ini merupakan fasilitas sosial untuk umum dan terbuka, namun tetap tidak seluruhnya terbuka, karena harus dipagar untuk keindahan. “Nantinya fasilitas ini ke depan bisa menjadi pengganti dari fasilitas sosial yang sudah ada lebih dulu seperti halnya Taman Bukit Asam. Jadi management PTBA tidak mungkin menutup suatu tempat namun, tidak ada penggantinya terus nanti masyarakat mau kemana lagi berrekreasi,” tukasnya sembari mengajak masyarakat sekitar agar menjaga fasilitas sosial ini, termasuk sarana olahraga dan lainnya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN,REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com