Alif, Bocah yang Tenggelam Ditemukan Penambang Pasir di Sungai Lematang Kepur

 311 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM, KS

Setelah dinyatakan hilang dan tenggelam pada Jumat (5/2/16) di sekitar Pulau Yahya, Sungai Enim Talang Gabus, Tanjung Enim Kabupaten Muaraenim Sumatera Sletan, akhirnya jasad Alif Rizki Saputra (5) di temukan penambang pasir, Abdulah Hasan bin Ibrahim (52), warga kampung II desa Kepur dan Heriyon bin Ibrahim (50), seorang petani,warga kampung III Desa Kepur, Kabupaten Muara Enim‎, Sabtu (6/2/16), sekitar pukul 13.30 WIB. Jaraknya lebih 500 meter dari pangkalan pasir di kampung III Desa Kepur‎, Kecamatan Muara Enim. Saat ditemukan posisi mayat tertelungkup dengan mengenakan kaos oblong.

Almarhum Alif

Almarhum Alif

Diberitakan sebelumnya, Alif warga Jalan Baturaja, Talang Gabus, Kecamatan Lawang Kidul pada Jumat (5/2/16) dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Enim tak jauh dari rumahnya.

Setelah sebelumnya keluarga korban dan warga dibantu tim SAR PTBA, PT Pama, Anggota Polsek dan Koramil, PMI Lawang Kidul, dan BASARNAS, ikut turut mencari bocah laki-laki yang masih duduk di Taman Kanak-kanak itu.

Berdasarkan informasi yang berhasil di dihimpun di lapangan, peristiwa tenggelamnya putra pertama dari Agus Salim ini berawal ketika korban bersama kakak sepupunya Aditia Yuda (12), pelajar SMP bersama enam temannya Firdaus (14), Akbar (14), Tomi (13), Heri (13), Jimi (14), dan Lingga (14).

Mereka mandi di Sungai Enim yang di belakang rumah korban. Karena korban masih kecil, lalu kakak sepupunya, Aditia Yuda menggendongnya bersama teman-temannya untuk menyeberangi Sungai Enim menuju ke sebuah pulau kecil yang biasa disebut warga sekitar “Pulau Yahya” dengan jarak 20 meter.

Sesampainya di pulau Yahya, Aditia bersama teman-temannya asik bermain sambil membakar ubi.  Sedangkan korban bermain sendiri di pinggiran pulau Yahya. Sepupunya sempat memperingatkan korban agar tidak bermain di pinggir pulau.  Namun korban tidak mendengarkannya.

Lalu setelah pukul 14.40 WIB, Aditia Yuda bersama teman-temannya hendak pulang. Namun betapa terkejutnya ketika mereka tidak melihat korban lagi yang sebelumnya bermain di pinggiran pulau Yahya.

Mereka kemudian beramai-ramai mencari korban di sekitar pulau Yahya, karena khawatir korban tidak bisa berenang. Tapi mereka tidak menemukan Alif. Akhirnya hal ini dilaporkan kepada kedua orang tuanya.

Mendengar hal itu, keluarga korban, warga dibantu timsar gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Namun korban juga tidak dapat ditemukan, selanjutnya pada hari berikutnya, Sabtu (6/2/16) kembali dilakukan pencarian dari pagi harinya. Dan secara tidak sengaja korban ditemukan oleh dua bersaudara penambang pasor pengepul pasir di Sungai Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIK, M.Si melalui Kabag Ops Kompol Andi Kumara didampingi Kabag Humas Iptu Arsyad AR mengatakan, korban mendapat visum dan langsung dibawa keluarga korban untuk dimakamkan.

Sementara itu, orang tua korban masih terpukul dengan kejadian itu dan tidak berhasil di wawancari. Namun melalui kerabatnya Faizal (26) keluarga korban mengucapkan terima kasihnya atas bantuan semua pihak yang sudah membantu dalam pencarian Alif Saputra, keponakannya itu.

Menurut informasinya, sebelum kejadian korban sempat diajak tidur siang oleh ibunya. Setelah ibu korban pulang dari memeriksakan kandungannya (USG), kata dia, tiba-tiba saat ibunya sedang terlelap tidur siang, korban keluar rumah melalui jendela dan menuju Sungai Enim yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah. “Sampai di sungai, entah kenapa Alif ikut dengan teman-temannya,” ujar Faizal.

TEKS/ FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster