P3N Dihapuskan, Nikah Langsung ke Kantor KUA

 1,600 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Peran penting petugas pembantu pencatat nikah (P3N) di kabupaten Empat Lawang mulai dilupakan. Menyusul terbitnya intruksi Dirjen Binmas Islam Kemenag RI DJ.II/I tahun 2015, perihal penghapusan P3N.

Kini, pernikahan hanya dilaksanakan di kantor urusan agama (KUA). “Iya, sudah ada edarannya. Karena P3N dihapus, urusan nikah sepenuhnya di kantor KUA,” ungkap kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Empat Lawang, H Zainuri Mattan, Kamis (28/1/2016).

Tujuan pemerintah menghapuskan P3N, kata Zainuri, tidak lain untuk mengfungsikan dan memaksimalkan tugas para penghulu ditiap kecamatan. Namun, perlu juga diketahui bahwa di Empat Lawang tidak ada penghulu.

Selain itu, untuk menghilangkan gratifikasi karena dikhawatirkan anggaran dalam penyelenggara nikah lebih dari Rp 600.000. “Sekarang masyarakat yang ingin menikah langsung ke KUA,” imbuhnya.

Lebih jauh, Zainuri berharap di Empat Lawang nantinya ada penguhulu. Karena idealnya penghulu ini ada di tiap kecamatan sedangkan di Empat Lawang satu pun tidak ada penghulu. Informasinya, nanti akan diusulkan sekitar 2500 orang penghulu se Indonesia, mudah-mudahan Empat Lawang kebagian.

Penghapusan P3N, ternyata membuat warga bingung?, sebab, peran P3N dirasakan masih sangat penting, tak hanya urusan pernikahan tetapi P3N juga berperan dalam urusan keagamaan lainnya. “Kecamatan ini ada 20 desa dan 6 kelurahan, asumsikan saja jika satu hari ada 20 pasangan menikah, apakah bisa terbackup KUA,” tanya kades Rantautenang, Rudi Hartono.

Dengan kondisi kabupaten ini yang terdiri dari 10 kecamatan dan ratusan desa yang tersebar di wilayah ini. Beberapa desa berjarak sangat jauh dari kantor KUA di kecamatan, begitu menyusahkan bagi warga yang hendak melangsungkan pernikahan atau sebaliknya bagi petugas KUA untuk menjalankan tugasnya. “Saya rasa pengehentian SK petugas P3N itu perlu ditinjau ulang, bagaimanapun harusnya sebuah keputusan suatu kebijakan harusnya tidak menyusahkan,”terangnya.

Secara terpisah, Kepala KUA Tebing Tinggi, Supandi saat dikonfirmasi menerangkan, pihaknya belum memiliki penghulu. Untuk penghentian penerbitan SK P3N, pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai dari arahan Bimas Islam Kakankemang Empat Lawang. Terkait urusan nikah, belum ada kendala.

Senada itu, Kepala KUA Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang, Kharuni menuturkan, dirinya sudah mengetahui mengenai penghapusan P3N, namun sampai saat ini belum ada keluhan dari masyarakat.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster