Ternyata ada Harimau Memakan Anaknya, Kisah Ayah Kandung Memerkosa Anak Kandung

 479 total views,  4 views today

MUARA ENIM, KS

Pepatah seganas-ganasnya harimau tak akan memangsa anaknya sendiri, ternyata tak berlaku bagi seorang bapak berinisal AA (41). Dia adalah warga di Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, yang tega memerkosa anak kandungnya berinisial MT (16).

MT yang masih berstatus pelajar kelas 9 di sebuah SLTP di Kecamatan Lubai Ulu harus menelan pil pahit akibat ulah bejat ayah kandungnya. Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto S.IK, M.Si melalui Kapolsek Rambang Lubai, AKP Jauhari didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad Agus mengatakan terungkapnya kasus dugaan perkosaan ini, diawa

Tersangka AA yang telah Memerkosa MT, Anak Kandungnya

Tersangka AA yang telah Memerkosa MT, Anak Kandungnya

li adanya laporan dari Sennameni (35), ibu kandung korban.

Mulanya Sennameni yang kesehariannya sebagai petani, mencurigai perubahan tubuh dan tingkah korban yang agak aneh. Bahkan korban mengaku sering sering dipukul pelaku.

Kemudian pada Selasa (19/1/16), sekitar pukul 16.00 WIB, pelapor mendesak menanyakan langsung kepada korban MT perihal perubahan sikap atas dirinya yang akhir-akhir ini lebih banyak diam. Sennameni menerka, kalau korban sedang memiliki beban berat kali itu.

Dengan polosnya, korban mengakui jika dirinya telah di gauli oleh pelaku (ayah korban) sebanyak dua kali. “Yang pertama ‎terjadi pada Hari Minggu (10/1/16), sekitar pukul 04.00 WIB. Kemudian aksi kedua selang dua hari, tepatnya pada Rabu (13/1/16), sekitar pukul 20.00 WIB, di kamar tidur korban,” ujarnya.

Setelah mendengar pengakuan korban, lanjut Kapolsek, lantas pelapor memberitahukan kepada saksi Rizal Antoni (29), yang kemudian diteruskan kepada Sutrisno (45), Kades Karang Mulia, Kecamatan Lubai Ulu atas kejadian tersebut. Atas saran Kades, lalu dilaporkan pelaku ke Polsek Rambang Lubai, selanjutnya pelaku langsung ditangkap.

“Dasar penangkapan korban dikuatkan dengan adanya bukti laporan oleh pelapor selaku ibu kandung korban dengan LP/B-1/I/SS/Res.M.e/Sek.R.lubai/2016 tgl 20 jan 2016,” jelasnya.

Dari kasus ini polisi menjerat pelaku dengan pasal 76 ayat D junto pasal 81 UU RI No 35 TH 2014, Tentang perlindungan anak, dengan Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster