Dasar ABG, Inikan Icon Empat Lawang Bukan Tempat Mesum !

 1,260 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS
Objek tongkrongan di sekitar bangunan Tugu Emass di simpang tiga Jembatan Musi I Tebing Tinggi, diduga sering dijadikan tempat mesum oleh anak baru gede (ABG). Mereka yang rata-rata masih bertatus pelajar, bahkan yang sudah tamat sekolah kerap mojok dengan pasangannya di sekitaran tugu icon Empat Lawang tersebut.

“Mereka duduk-duduk dipojokan yang sulit dilihat orang banyak. Tapi lama-kelamaan diduga berbuat mesum,” ungkap sumber koran ini, menolak namanya disebutkan, Jumat (22/1/2015).

Sumber tadi mengaku, sebagian masyarakat geram atas ulah para ABG itu. Pernah ada warga menegur, namun tetap tak digubris dan terkesan menantang. “Dasar ABG, inikan icon Empat Lawang bukan tempat mesum,” cetusnya menambahkan, pemandangan seperti itu sudah sering terjadi dan biasanya menjelang malam hari. Lokasi yang gelap karena banyak lampu jalan padam sekitar lokasi tugu, dimanfaatkan oleh oknum-oknum ABG tersebut diduga melakukan tindakan diluar batas.

“Kalau memang pacaran, nongkrong sekedarnya saja. Jangan terlalu berlebihan. Pihak pemerintah juga harus melakukan pengawasan supaya tugu tersebut steril dan tidak dijadikan tempat demikian,”harapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Empat Lawang, Hj RR Endang DS menyatakan, pihaknya bukan ¬†pengelola Tugu Emass sehingga tidak mengetahui hal tersebut. “Belum tahu dikelola siapa. Objek wisata seharusnya dijaga, dijaga kebersihannya. Sampah-sampah jangan dibuang sembarangan dan jangan dijadikan tempat mesum,” bebernya.

Sementara itu, ditambahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Empat Lawang, M Madani, pihaknya belum menerima laporan adanya dugaan perbuatan mesum di lokasi Tugu Emass. Namun pihaknya selalu siap untuk melakukan razia di lokasi tersebut dan lokasi lainnya.
“Selama ini belum ada laporannya. Pihak terkait juga belum berkoordinasi mengenai hal ini,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Empat Lawang, Agusni Effendi mengaku sudah mengirimkan surat ke Satpol-PP Empat Lawang. Jika ada para pelajar yang ketahuan berkeliaran di luar sekolah saat jam sekolah segera ditangkap dan dikembalikan ke sekolahnya masing-masing.

“Berkeliaran dimana saja boleh, di pasar, objek wisata dan lain sebagainya, asalkan di luar jam sekolah. Kalau sudah lewat jam sekolah, itu bukan wewenang kami lagi. Disinilah peran orang tua dan keluarga melakukan pengawasan,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster