Jadi Langganan Banjir, Warga Dua Desa di Empat Lawang Ini “Pasrah”!

 555 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Hampir puluhan tahun, dua desa di kecamatan Tebing Tinggi yaitu Desa Baturaja Lama dan Baturaja Baru, selalu menjadi langganan banjir akibat luapan sungai musi. Warga kedua desa ini pun pasrah, karena memang letak geografis berada di tepi sungai, dengan dataran nyaris sama dengan aliran air sungai musi ketika meluap.

Musim hujan di Januari 2016 ini pun, kedua desa yang menjadi akses Desa Sugihwaras ini tergenang banjir. Paling parah, Rabu (20/1/2016) genangan air luapan sungai musi, mencapai 1 meter atau sekitar pinggang orang dewasa.

tampak seorang pengendara motor melintas di banjir

Tampak seorang pengendara motor melintas di banjir (Foto.Dok.KS/Saukani)

Informasi dihimpun dilapangan menyebutkan, luapan aliran sungai musi terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, sedikitnya sekitar 150 rumah di Desa Baturaja Baru dan 30 rumah di Desa Baturaja Lama sempat terendam banjir. Selain itu sawah yang terendam di Desa Baturaja Baru sekitar 60 hektar dan di Desa Baturaja Lama sekitar 70 hektar.

Bukan hanya rumah dan persawahan saja yang terendam banjir akibat luapan Sungai Musi ini, tapi perkebunan dan sawah tadah hujan juga terendam banjir. Sawah warga yang berada di belakang pemukiman dan lebih rendah dari pemukiman sudah seperti danau.

Ketinggian air sudah mencapai sekitar satu meter, padi yang ditanam di sawah tersebut usianya baru sekitar satu bulan. Akibat diterjang banjir ini, semuanya dipastikan gagal tanam. Sementara di pemukiman warga ketinggian air bervariasi, mulai dari sebatas mata kaki hingga lutut orang dewasa.

Pasalnya air sudah mulai menyusut, hanya daerah-daerah rendah dan dekat s  ungai saja yang masih kebanjiran. Desa paling ujung yakni Desa Sugiwaras harus terisolir lantaran akses jalan dari desa tersebut menuju Desa Baturaja Baru hingga ke pusat Kota Tebing Tinggi tergenang air cukup tinggi.

Ketinggiannya sudah mencapai sepinggan orang dewasa. Kendaraan sepeda motor maupun mobil dari arah Tebing Tinggi yang ingin ke Desa Sugiwaras terpaksa menunggu air surut supaya bisa lewat. “Terpaksa ditunggu dulu sampai air surut. Biasanya jam 4 sore nanti airnya surut,” ujar Meli, salah satu warga Desa Sugiwaras yang terjebak banjir.

Sementara itu, Kepala Desa Baturaja Baru, Hendra YP mengatakan, banjir sudah keempat kalinya dan hari ini (kemarin,red) yang paling parah. Jika nanti hujan masih turun cukup deras, bisa-bisa banjir susulan kembali datang. “Banjir tidak datang empat hari berturut-turut, tapi berselang tergantung hujan deras atau tidak,” ujarnya. Ia menjelaskan, banjir kemarin mulai datang sekitar pukul 01.00 WIB, saat warga tidur pulas. Tinggi air sudah mencapai sepinggan orang dewasa.

“Lama kelamaan air mulai surut dan pagi tadi (kemarin,red) ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Jika tidak diguyur hujan lagi, air bisa surut sore hari nanti. Tapi jika nanti atau malam nanti diguyur hujan lagi, warga terpaksa waspada banjir susulan,”bebernya.

Setiap musim penghujan, desa Baturaja Lama dan Baturaja Baru menjadi langganan banjir. Kondisi ini membuat warga pasrah, tidak bisa berbuat banyak apa solusi agar tidak lagi mengalami musibah tahunan tersebut. “Kami pasrah pak, mau gimana lagi. Selalu dapat kunjungan pemerintah tiap banjir, tapi sampai saat ini tidak ada solusi,” cetus Yan, warga setempat.

TEKS / FOTO : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster