Jalan Rusak Akibat Truck Batubara,Warga BTN Midangan Tutup Paksa

 609 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM, KS

Setelah sekian kali teguran warga tak pernah diindahkan oleh pihak terkait, akhirnya sejak Senin (18/1/16) malam, emosi warga yang bermukim di Barak BTN Midangan sampai di puncaknya. Puluhan warga tanpa komando berkumpul dan melakukan aksi penghadangan. Mereka menutup paksa akses jalan yang menghubungkan 3 wilayah BTN Air Paku-Barak BTN Midangan-Perumahan Bara Lestari.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, aksi ini dilakukan dipicu oleh maraknya angkutan truck batubara dari tambang rakyat ilegal yang beroperasi di sekitar akses jalan tersebut. Sejumlah truck itu mengangkut batubara melintasi akses jalan pemukiman warga hingga mengakibatkan badan jalan rusak parah.

Warga yang membolkir akses jalan Truck Batubara

Warga yang memblokir akses jalan Truck Batubara mengakibatkan sejumlah truck harus memutar

Yanto (45), warga BTN Midangan menjelaskan, kemarahan warga kali itu setelah sekian lama bersabar menunggu kebijakan. Warga selalu mengingatkan, baik terhadap sopir dan pihak terkait.  Namun, lagi-lagi tak pernah diindahkan.

“Yo kami ini marah bukan tanpa penyebab. Sebagai warga disini, sudah tigo taon bersabar dengan keadaan cak ini. Cubo pacak di liat dewek, nah jalan di sekitar sini pak, sudah rusak parah nian. Kayak kubangan kerbau, terlebih di musim ujan cak ini,” ujarnya dengan nada sedikit kecewa yang dijumpai malam itu saat aksi berlangsung.

Lebih lanjut kata Yanto, warga terpaksa melakukan penutupan akses jalan dikarenakan bila dibiarkan, maka jalan akan semakin rusak dan tidak bisa di lewati.  ”Kalo sudah cak ini, siapo yang nak tanggungjawab? Ado idak bos batubara tambang rakyat itu nak ngaspalnyo?” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Adi (30) warga yang bermukim di sekitar barak. Menurut Adi,  dirinya sangat setuju dan mendukung warga yang melakukan aksi penutupan jalan. Karena kata dia, keberadaan angkutan batubara dari tambang rakyat ilegal tersebut sama sekali tidak ada manfaat dan keuntungannya bagi warga sekitar.

“Jelas tak ada manfaatnya bagi kami. Yang ada malah kami menghirup debu dari ceceran batubara yang berjatuhan di kanan kiri badan jalan, belum lagi jalan menjadi rusak parah tanpa adanya perbaikan dari pengusaha batubara tersebut,” keluhnya.

Suasana Warga yang sedang membuat perapian di tengah jalan

Suasana Warga yang sedang membuat perapian di tengah jalan

Adi berharap kepada pihak terkait, khususnya pemerintah kecamatan atau kabupaten serta aparat terkait untuk bertindak tegas terhadap pengusaha tambang rakyat ilegal tersebut, sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal lagi.

Dari pantauan di lokasi, aksi penghadangan dilakukan warga, dengan cara bahu membahu menutup akses jalan. Mereka membuat lobang seperti aliran got. Sebagian lagi menumpukkan kayu kemudian dibakar di tengah badan jalan. Akibatnya, banyak kendaraan truck angkutan batubara yang tidak bisa melintas dan terpaksa memutar arah. Sampai berita ini di turunkan belum ada pernyataan resmi, baik dari pihak terkait, pemerintah setempat ataupun dari pengusaha tambang rakyat tersebut.‎

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster