Jalan Poros HM Noerdin Panjdi Putus, Plt Bupati: Tekhnis Pekerjaannya Ada Yang Salah?

 235 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Akses jalan penghubung dari pusat Kota Tebing Tinggi menuju Kecamatan Pendopo, melalui jalan poros HM Noerdin Pandji terputus. Pasalnya jalan tersebut mengalami longsor cukup dalam, tepatnya di sekitar kilometer (KM) 15, Kecamatan Tebing Tinggi.

Selain longsor, sebagian badan jalan di lokasi tersebut naik sehingga bergelombang cukup tinggi. Sedangkan di pinggiran jalan terdapat genangan air. Kendaraan roda empat seperti mobil pribadi maupun truk tidak bisa melewati jalan tersebut.

Mobil dari arah Tebing Tinggi terhalang oleh badan jalan yang bergelombang, sedangkan kendaraan dari arah Pendopo terhalang oleh jalan longsor. Kendaraan yang bisa lewat hanya sepeda motor, namun hanya sebagian pengendara sepeda motor yang terlihat melewati jalan tersebut.

Pengendara epeda motor pun harus ekstra hati-hati melewati jalan tersebut karena jalanan berlumpur dan licin. Pengendara sepeda motor yang nekat melewati jalan itu kebanyakan warga yang hendak ke kebun, bukan untuk ke Kecamatan Pendopo maupun ke Tebing Tinggi.

salah satu titik amblas jalan poros HM Noerdin Panji

salah-satu-titik-amblas-jalan-poros-HM-Noerdin-Panji.

Ternyata titik longsor bukan di situ saja, di sekitar KM 13,5 dan KM 14 juga terjadi longsor. Di KM 14 longsor terlihat masih kecil, namun di KM 13,5 longsor sudah besar dan nyaris memutuskan badan jalan. Mobil masih bisa lewat, tapi hanya mobil berukuran kecil saja dan harus hati-hati, sedangkan mobil berukuran besar tidak bisa lewat.

Adanya kejadian tersebut, Senin (18/1/2016) Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah bersama staf dan Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka melakukan sidak ke lokasi longsor. “Penyebab longsor ini perlu kami tanyakan dulu ke dinas PUBM, sepertinya tekhnis pekerjaannya ada yang salah,”ujar Syahril.

Kalau akibat bencana alam, kata Syahril, sekarang ini masuk musim hujan, dan beberapa hari terakhir hujan sering turun di wilayah Kabupaten Empat Lawang dan sekitarnya. “Kalau bencana alam, hanya hujan saja. Tapi jika pengerjaan jalan ini bagus, ada saluran airnya, kemungkinan tidak terjadi seperti ini,” bebernya.

Jalan poros yang mengalami longsor masih berupa tanah timbunan dan belum ada tembok penahan di kiri kanan badan jalan. Pihaknya menargetkan, jalan poros selesai 2016 ini, sebab hanya 9 KM lagi yang belum diaspal, termasuk perbaikan jalan yang longsor. “Jalan Poros mulai dikerjakan 2012 dan tahun ini sudah kami anggarkan lagi, ditargetkan selesai. Tapi nanti kami akan panggil Dinas PUBM apa langkah berikutnya, mungkin besok (hari ini,red) kami panggil,”pungkasnya.

Belum adanya tembok penahan di sisi kiri dan kanan jalan, menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor. Selain itu, jalan ini pun merupakan tanah timbunan yang diduga belum terlalu padat. “Padahal tahun ini sudah kita anggarkan untuk penyelesaian jalan poros ini, namun dengan adanya longsor ini, bisa saja menjadi terhambat,”kata Syahril menambahkan, secepatnya akan memanggil Dinas PU Bina Marga Empat Lawang, agar segera dilakukan perbaikan serta mengambil langkah cepat dan tepat, agar akses jalan ini kembali difungsikan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga H Fauzi, melalui Sekretaris Yusron Fauzi, membenarkan bahwa kondisi jalan poros mengalami longsor, pihaknya bersama kontraktor sudah turun kelapangan bahkan kontraktor siap memperbaki karena masih dalam tahap pemeliharaan.

“Lokasi longsor merupakan tanah timbunan yang masih labil, akibat cuaca ekstrim sehingga bisa terjadi longsor,” ujarnya singkat.

Untuk diketahui, jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo mulai dikerjakan sejak 2011 silam. Saat ini, masih ada sekitar 9 KM, yang baru dilakukan pengerasan. Selebihnya atau sekitar 18 KM, sudah dilakukan pengaspalan. Jika jalan ini sudah selesai 100 persen, pengendara hanya butuh waktu sekitar 45 menit untuk melintasinya dari Tebing Tinggi ke Pendopo. Sedangkan jika melalui jalur Talang Padang atau jalur yang ada saat ini, membutuhkan waktu sekitar Dua jam perjalanan dengan kendaraan.

Sebelum terjadinya longsor, jalan poros ini sudah sering digunakan masyarakat, meskipun harus ekstra hati-hati. Selain masih sepi pemukiman penduduk, di beberapa titik masih ada tebingan curam.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster