Semua PNS di Empat Lawang Dapat TPP, Kecuali Guru

 1,671 total views,  2 views today

 

EMPAT LAWANG, KS

Kabar gembira bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Empat Lawang. Mulai Januari 2016 ini, ada penambahan tunjangan penambahan penghasilan (TPP) rutin, guna memaksimalkan disiplin dan kinerja aparatur pemerintahan.

TPP diberikan setiap bulan ke seluruh PNS termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) dan penyuluh. Kecuali tenaga pendidik (guru) yang tidak dapat. Sebab, guru sudah memiliki tunjangan lain seperti sertifikasi atau juga non sertifikasi. “Mulai Januari, tapi nanti akan di rapel pembayarannya,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Empat Lawang, M Daud melalui Kabid Anggaran, Hendra Lezi, Jumat (15/1/2015).

Namun, Hendra belum bisa memastikan besaran TPP bagi PNS. Disesuaikan kepangkatan, eselon dan disiplin PNS itu sendiri. “Kami sudah ajukan drafnya ke Plt bupati, tinggal tunggu SK saja,” katanya.

Hendra yang juga anggota TAPD Empat Lawang menyebut, belanja tidak langsung atau belanja pegawai pada APBD Empat Lawang 2016 akan lebih besar, dibanding tahun sebelumnya. Namun ia belum bisa merinci pasti persentasenya, sekitar 60:40 persen antara belanja langsung adan belanja tidak langsung.

Salah satu indikatornya, kata Hendra, ya itu tadi, adanya anggaran untuk TPP seluruh PNS dan pengadaan mesin absensi sidik jari (fingger print) di seluruh SKPD. “Ini program terbaru Plt bupati, guna memaksimalkan kinerja dan disiplin PNS. Ada keterkaitan TPP dan Fingger Print, sebab, kehadiran pegawai itu sendiri menentukan dibayar atau tidak TPP nya, atau ada pengurangan tertentu jika melanggar ketentuan disiplin,” ujar Hendra.

Sebelumnya, Plt bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengatakan, pembayaran TPP disesuaikan disiplin PNS itu sendiri. Misalnya, PNS yang tidak hadir atau tidak masuk kerja ataupun tidak apel, maka TPP akan kena potong.

“Memang di 2016 ini mulai kita diberlakukan bagi PNS yang tidak hadir dan tidak apel TPPnya akan dipotong. Pembayaran TPP setelah tanggal 10 setelah laporan online BKD,” jelas Syahril.

Ketua PGRI Empat Lawang ini mengakui, kinerja pegawai dilingkungan Pemkab Empat Lawang selama ini belum maksimal. Karena menurut Syahril, untuk bisa meningkatkan kinerja butuh tunjangan kesejahteraan untuk pegawai, namun harus dibarengi dengan kinerja pegawai. “Ini salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai yang saat ini masih belum maksimal,” katanya.

Selain itu, kinerja pegawai juga akan dinilai, pihaknya akan membentuk tim independen untuk menilai kinerja pegawai, terutama sekali pegawai yang memiliki jabatan. “Kedepan kita akan gegebah dalam melakukan mutasi pegawai melainkan ada penilaian tersendiri,” ucapnya.

Terhitungan sejak Januari 2016 TPP mulai diberlakukan, bahkan absen pegawai baik di sekretariat Pemkab, DPRD, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kantor Kecamatan diupayakan tidak lagi manual, melainkan menggunakan finger print. “Memang absen finger print ini sebenarnya mulai di januari, namun saat ini masih dalam proses tender,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster