Data RTM Tidak Valid, Banyak Keluarga Miskin Gigit Jari

 315 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Sejak beberapa tahun terakhir, data rumah tangga miskin (RTM) atau data rumah tangga sasaran (RTS) di Empat Lawang, dinilai sejumlah kepala desa (Kades) kurang valid. Akibatnya, dalam penyaluran bantuan dari pemerintah, seperti beras miskin (Raskin), KIP dan kartu indonesia sehat (KIS) terkesan diskriminatif.

Tidak sedikit keluarga miskin gigit jari, seyogyanya layak menerima bantuan, namun tak terdata saat proses pendistribusian. “Ini ironis, harunya datanya di validasi lagi, kasihan banyak warga miskin belum terdata,” kata Kasmir, Kades Ulak Dabuk Kecamatan Talang Padang, baru-baru ini.

Ia menyebut, akibat data¬† tidak valid, pemerintah desa disalahkan masyarakat. Karena dalam pembagian program bantuan pemerintah terkesan tidak adil. Masih banyak RTM yang seharusnya menerima bantuan namun tidak bisa. “Jangan dilihat dari luar, di perkampungandalam desa saya itu masih banyak warga seharusnya menerima bantuan, tapi tidak terdata,” jelasnya.

Seharusnya, imbuh Kasmir, pendataan minimal dilakukan 2 tahun sekali. Sebab, beberapa keluarga yang dulunya tercatat sebagai keluarga miskin namun saat ini ekonominya mulai membaik. Sehingga dianggap tidak layak mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Demikian juga sebaliknya, jika dulu dia tergolong mampu namun sekarang kondisinya terbilang miskin. Bahkan setiap tahun penambahan KK terus terjadi,” bebernya.

Dia menyebut, sebagai pemerintahan desa di struktural pemerintahan adalah yang terendah, namun kepala desa lebih mengetahui kondisi warga desanya. Oleh sebab itu dia meminta setiap pendataan warga haruslah melibatkan pemerintah desa. “Kami siap membantu jika memang diperlukam pendataan ulang, sebab kami lebih tau kondisi warga sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, Camat Talang Padang, Suharlan mengakui, tidak validnya data Rumah tangga miskin (RTM) di kecamatannya. Ia pun memaklumi itu, karena dalam pendataan memerlukan pendanaan besar. Namun dikatakannya, harus ada solusi dari berbagai pihak untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Contohnya data di Badan Keluarga Berencana Daerah (BKBD) Empat Lawang, sudah mendekati karena dilakukan pendataan rutin setiap tahun. “Menurut saya data paling mendekati ada di BKBD, sebab mereka tiap tahun pendataan,”tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster