Ibu Yang Tega Membuang Bayinya Ternyata Masih Sekolah

 429 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Entah setan apa merasukinya, Bunga (bukan nama sebenarnya, red) tega membuang bayi yang baru dilahirkannya. Inilah jawaban teka-teki siapa ibu dari Ahmad Ridho, bayi malang yang ditemukan warga Desa Gunung Meraksa Baru Kecamatan Pendopo, Jum’at (1/1) sekitar pukul 22.30 WIB lalu.

Ternyata, Bunga diketahui masih berusia 16 tahun dan duduk di kelas II pada salah satu SMAN di Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. Bunga pun mengakui telah membuang anaknya usai dilahirkan, karena belum siap memiliki anak dan masih ingin melanjutkan sekolahnya.

Bunga, dimintai keterangan di Mapolres Empat Lawang.

Bunga, dimintai keterangan di Mapolres Empat Lawang.

Saat ini, Bunga diamankan di Mapolres Empat Lawang untuk dimintai keterangan dan penyelidikan. Namun, tetap dalam perlakuan khusus tanpa penahanan, karena statusnya masih dibawah umur.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriatna membenarkan, saat ini ibu dari bayi malang yang ditemukan warga Desa Gunung Meraksa Baru sudah diamankan. Berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi masyarakat, kemarin (3/1), tim reskrim ke rumah Bunga. Namun ketika itu dia belum mau mengaku. Setelah ada kades dan tim medis Puskesmas Pendopo, barulah Bunga mengakui perbuatannya. Juga terlihat dari kondisi fisiknya yang menunjukkan benar baru saja melahirkan.

Berdasarkan penjelasan Bunga, kata Nanang, proses persalinan cukup memprihatinkan, tanpa ada bantuan medis ia melahirkan sendirian secara normal. Beruntung anak dan ibu pada persalinan diam-diam itu selamat.

Dari pengakuan Bunga, sekitar sembilan bulan lalu ia diperkosa oleh FBR (19) saat masih duduk di kelas I SMA.  Kejadiannya, saat jam pulang sekolah Bunga diajak pelaku ke dalam kelas, lalu diberikan minuman diduga dicampur obat tidur. Ketika Bunga tertidur, pelaku pun mengunci kelas dan menyuruh dua temannya berjaga didepan pintu. Saat itulah, diduga terjadi pemerkosaan.

“Namun kita belum menyimpulkan, akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pengakuan Bunga bahwa ia korban pemerkosaan,” jelas Nanang, Senin (4/1).

Informasinya, saat ini FBR sudah ada di Bogor sejak lulus SMA beberapa bulan lalu. Terkait kasus ini, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan, juga pemanggilan terhadap saksi dan FBR. “Versi BAP kita Bunga korban pemerkosaan, namun akan kita dalami lagi kasus ini,”tegasnya.

Informasi dihimpun menyebutkan, selama sembilan bulan terakhir Bunga menyembunyikan kehamilannya, ia pun tetap bersekolah bahkan meraih prestasi peringkat 10 besar.  Saat ke sekolah, ia menutupi kehamilan dengan pakaian ukuran besar dan hijab besar. Disisi lain, kondisi keluargannya sedang ada masalah, dimana Ibunya sedang sakit-sakitan, sementara ayahnya sendiri sudah lama tidak pulang tinggal diluar kota.

Meskipun baru melahirkan, kondisi fisik Bunga tetap sehat dan normal. Bahkan saat dimintai keterangan di Mapolres Empat Lawang, tidak terlihat pihak keluarga mendampinginya, hanya ada petugas dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Empat Lawang saja.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster