Sempat Hiportemia, Bayi Dibuang Orangtuanya Ini Sehat

 285 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Meskipun sempat mengalami penurunan suhu tubuh atau kedinginan (Hiportemia), kini bayi malang yang ditemukan warga Desa Gunung Meraksa Baru Kecamatan Pendopo sudah membaik.

Dirawat dalam incubator di puskesmas Pendopo, bayi tampan dengan berat 2,1 Kilogram dan tinggi 49 Centimeter ini, dalam keadaan normal dan sehat. Kendati demikian, tetap dalam perawatan intensif tim medis.

BACO JUGO : ARI-ARINYA MASIH MENEMPEL, BAYI MALANG INI DIBUANG ORANGTUANYA

Kepala Puskesmas Pendopo,Empat Lawang, dr Ita Candra mengatakan, saat ditemukan kondisi bayi mengalami hipotermia atau mengalami kedinginan sehingga perlu di rawat di inkubator. Ia menduga bayi tersebut baru lahir beberapa saat sebelum ditemukan warga. “Kondisinya sudah membaik, namun tetap dalam perawatan intensif,” jelas dr Ita.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, penemuan bayi di Desa Gunung Meraksa Baru Kecamatan Pendopo membuat heboh. Puluhan warga berdatangan ke Puskesmas Pendopo, untuk melihat kondisi bayi malang yang diduga dibuang orangtuanya tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa orang tua bayi malang tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan, apa motif dibalik kejadian ini.

Diketahui, bayi laki-laki diperkirakan baru beberapa jam dilahirkan, ditemukan dengan kondisi berlumuran darah dan ari-ari masih menempel.

Bayi yang terbungkus kantong plastik tersebut, ditemukan tergeletak di belakang rumah Zul dan Sumarni (suami istri) di desa Gunung Meraksa Baru, Jum’at (1/1/2016) sekitar pukul 22.30 WIB.

Informasi menyebutkan, malam itu Zul dan Istrinya mendengar ada tangisan bayi dibelakang rumahnya. Setelah di cek, ternyata benar pasutri ini menemukan sosok bayi tergeletak dalam kantong plastik. Kondisi bayi malang itu cukup memprihatinkan, selain berlumuran darah dan masih menempel ari-arinya, tubuhnya juga memerah diduga akibat goresan rumput kasar.

Mendapati itu, Zul langsung memberi tahu ke warga sekitar dan Kepala Desa (Kades) Gunung Meraksa Baru, Amrullah Harim. Selanjutnya, bayi malang itu dibawa ke Polsek dan Puskesmas Pendopo untuk mendapat perawatan, serta proses penyelidikan.

Kades Gunung Meraksa Baru, Amrulah membenarkan adanya penemuan bayi di desanya. Ia mengulas, sebelum bayi tersebut ditemukan, terdengar suara tangisan bayi dan sempat membuat ketakutan warga pertama kali mendengarnya. “Yang menemukan pertama kali, Zul bersama isterinya Serli Sumarni dan satu warga lainnya, Fendi. Ketiganya warga kita, mereka sempat takut, namun karena penasaran merekapun mencari asal suara, setelah dilihat ternyata itu bayi,”ungkap Amrullah

Sebenarnya, kata Amrulah, Bayi tersebut ditemukan warga pada Jum’at (1/1/2015) sekitar Jam 22.30 WIB, dan langsung dilaporkan ke Polsek Pendopo.

“Warga tidak berani langsung mengangkatnya, setelah ada anggota dari Polsek bayi tersebut baru diangkat dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pendopo,”jelas Amrulah menambahkan, pihaknya bersama kepolisian masih terus menyelidiki siapa orang tua bayi. “Kita belum berani menyimpulkan apakah orang tua bayi berasal dari desa sekitar atau bukan,”imbuhnya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kapolsek Pendopo, Iptu Denhar juga membenarkan penemuan bayi oleh warga di Desa Gunung Meraksa Baru. Dikatakannya, saat ini bayi malang tersebut dalam perawatan pihak Puskesmas Pendopo.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan apa motif dibuangnya bayi tersebut, serta siapa orang tua bayi tersebut. “Kita masih cari informasi,” jelasnya.

TEKS  : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster